Breaking News

Home / Finance

Sabtu, 17 Mei 2025 - 16:52 WIB

Pahami Akad Istishna: Pengertian, Syarat, Contoh, dan Cara Pembayarannya

“`html

Istilah akad istishna’ mungkin terdengar asing bagi sebagian orang. Namun, istilah ini sering dijumpai dalam transaksi keuangan syariah. Lalu, apa sebenarnya makna akad istishna’?

Berikut penjelasan selengkapnya.

Beli Rumah Perumnas Bisa Akad Kredit Drive Thru, Catat Lokasinya!

Beli Rumah Perumnas Bisa Akad Kredit Drive Thru, Catat Lokasinya!

1. Pengertian Istishna

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendefinisikan istishna’ sebagai perjanjian jual beli barang yang dipesan, dengan spesifikasi dan persyaratan yang disetujui bersama, serta pembayaran sesuai kesepakatan.

Dalam lembaga keuangan syariah, istishna’ merupakan akad pemesanan barang antara pemesan (pihak pertama) dan produsen (pihak kedua).

Pemesan memiliki kriteria tertentu untuk barang yang dipesan. Singkatnya, produsen wajib membuat barang sesuai keinginan pemesan.

Akad istishna’ telah dikenal sejak zaman Rasulullah SAW. Terdapat riwayat yang menceritakan Rasulullah memesan cincin perak.

Transaksi pemesanan barang ini termasuk dalam akad istishna’. Para ulama kemudian mengesahkan akad ini sebagai transaksi perdagangan yang sesuai syariat Islam.

Istishna’ adalah akad jual beli berupa pemesanan pembuatan barang tertentu, dengan kriteria dan persyaratan yang disepakati antara pemesan (pembeli/mustashni’) dan penjual (pembuat/shani’).

Istishna’ paralel merupakan akad istishna’ antara pemesan (pembeli/mustashni’) dan penjual (pembuat/shani’) di mana penjual membutuhkan pihak lain sebagai shani’ untuk memenuhi kewajibannya.

Pembiayaan istishna’ adalah penyediaan dana dari bank kepada nasabah untuk membeli barang sesuai pesanan, dengan harga jual yang telah disepakati, termasuk keuntungan bank.

Resmi Jadi Syarat Jual Beli Tanah, Apa sih Manfaat BPJS Kesehatan?

Resmi Jadi Syarat Jual Beli Tanah, Apa sih Manfaat BPJS Kesehatan?

2. Syarat-syarat Akad Istishna

Baca Juga  Investor Asing Banjiri Bursa Saham: Saham-Saham Unggulan Akhir Pekan

Beberapa syarat akad istishna’, antara lain:

  • Kriteria barang disepakati di awal untuk menghindari perselisihan setelah barang jadi. Deskripsi barang harus jelas sejak awal.
  • Barang yang dipesan lazimnya menggunakan akad istishna’. Ada pendapat yang menyatakan hanya barang yang sudah biasa ditransaksikan dengan akad ini yang boleh, namun pendapat ini lemah karena Al-Quran dan As-Sunnah tidak membatasi jenis barang.
  • Waktu penyerahan barang tidak ditentukan. Jika ditentukan, akad berubah menjadi akad salam, meskipun hal ini diperdebatkan. Tradisi memperbolehkan penentuan waktu penyerahan.

3. Contoh Transaksi dengan Akad Istishna

Istishna’ pada dasarnya adalah pemesanan produk kepada produsennya. Mungkin terdengar hanya berlaku untuk barang kerajinan, namun banyak transaksi istishna’ yang tak disadari.

Contohnya:

  • Pakaian. Pemesanan pakaian kustom, misalnya kaos bergambar Naruto dengan desain khusus untuk 40 orang.
  • Rumah. Pemesanan rumah sesuai keinginan, misalnya rumah minimalis dengan lima kamar dan kolam renang, melalui KPR perbankan syariah.
  • Sepatu. Pemesanan sepatu dengan ukuran langka kepada tukang sepatu, sesuai prinsip syariat Islam.

4. Mekanisme Pembayaran Istishna

Mekanisme pembayaran Istishna’ disepakati dalam akad dan dapat dilakukan:

  • Pembayaran penuh atau sebagian di muka, setelah akad tetapi sebelum pembuatan barang.
  • Pembayaran saat penyerahan barang atau bertahap selama proses pembuatan, sesuai progres.
  • Pembayaran ditangguhkan setelah penyerahan barang.
  • Kombinasi dari metode di atas.
Baca Juga  Harga Buyback Emas Antam Terbaru: Cek Tabel & Pajak 3 November 2025

5. Hal yang Dapat Membatalkan Istishna’

Akad Istishna’ sulit dibatalkan, kecuali:

  • Kedua belah pihak setuju untuk membatalkannya.
  • Terdapat kondisi hukum yang menghalangi pelaksanaan atau penyelesaian akad.

Pengajuan Jual Beli Tanah ke BPN Bakal Ditahan Sampai Punya BPJS 

Pengajuan Jual Beli Tanah ke BPN Bakal Ditahan Sampai Punya BPJS 

6. Hal-hal yang Harus Diungkapkan dalam Istishna’

Beberapa hal yang harus diungkapkan antara lain:

  • Rincian piutang Istishna’ berdasarkan jangka waktu, jumlah, jenis valuta, kualitas piutang, dan penyisihan penghapusan aset piutang Istishna’.
  • Jumlah piutang Istishna’ yang diberikan kepada pihak yang berelasi.
  • Kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengakuan pendapatan, penyisihan penghapusan aset, penghapusan, dan penanganan piutang Istishna’ yang bermasalah.
  • Jika ada, besarnya piutang Istishna’ yang dibiayai sendiri, bersama-sama, atau oleh bank dengan pihak lain, termasuk bagian pembiayaan bank.
  • Jumlah akumulasi biaya atas kontrak berjalan, serta pendapatan dan keuntungan sampai akhir periode berjalan.
  • Jumlah sisa kontrak yang belum selesai berdasarkan spesifikasi dan syarat kontrak.
  • Nilai kontrak Istishna’ paralel yang sedang berjalan dan rentang periode pelaksanaannya.
  • Nilai kontrak Istishna’ yang telah ditandatangani bank selama periode berjalan tetapi belum dilaksanakan, dan rentang periode pelaksanaannya.
  • Utang Istishna’ kepada nasabah yang merupakan pihak berelasi.
  • Jenis dan kuantitas barang pesanan.
  • Rincian utang Istishna’ berdasarkan jumlah, jangka waktu, tujuan (supplier atau nasabah), dan jenis mata uang.

“`

Share :

Baca Juga

Finance

Investor Asing Borong Saham Ini Akhir Pekan Lalu: Jumat, 23 Mei

Finance

Pahami 5 Fakta Mengejutkan tentang Money Laundering: Pencucian Uang yang Harus Anda Ketahui

Finance

Mengapa tingkat penetrasi industri asuransi RI di bawah Malaysia

Finance

IHSG Melonjak ke 7.929,3: BRPT, MDKA, & ADRO Teratas LQ45

Finance

Persib Bandung untung besar: 2 target mahal bisa irit dibungkus dan hemat Rp31 miliar, Bobotoh cek

Finance

Finex Trader Beri Kejutan: Raih BYD M6 Lewat Promo Get X2!

Finance

IHSG terkoreksi 0,12% ke 8.649, cek saham net buy terbesar asing di awal pekan ini

Finance

Dolar AS Melemah, Rupiah Berpotensi Menguat Imbas Sinyal The Fed