Breaking News

Home / Finance

Jumat, 7 November 2025 - 14:51 WIB

OJK Optimis: Tren Positif Penghimpunan Dana Pasar Modal Terus Berlanjut

warta-kota.com JAKARTA. Optimisme menyelimuti pasar modal Indonesia. Pengumpulan dana di pasar modal menunjukkan tren positif dan semakin mendekati target yang telah ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga saat ini, realisasi pengumpulan dana telah mencapai 92,98% dari target ambisius sebesar Rp 220 triliun.

Inarno Djajadi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon, menegaskan bahwa momentum pengumpulan dana di pasar modal masih terjaga dengan baik.

Hingga akhir Oktober 2025, nilai Penawaran Umum yang dilakukan oleh berbagai korporasi telah menyentuh angka Rp 204,56 triliun. Pencapaian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan, yakni sekitar Rp 16,59 triliun, jika dibandingkan dengan posisi pada bulan sebelumnya.

Apabila dibandingkan dengan periode yang sama pada Oktober 2024, pengumpulan dana di pasar modal tercatat sebesar Rp 159,19 triliun dari 153 aksi korporasi. Dengan demikian, terjadi pertumbuhan yang cukup menggembirakan, yakni sebesar 28,52% secara tahunan.

Investor Pasar Modal terus Bertambah, Bisnis Rekening Dana Nasabah Bank Bergairah

“Pada bulan Oktober 2025, terdapat 17 emiten baru yang berhasil melakukan pengumpulan dana dengan total nilai sebesar Rp 13,15 triliun,” ungkap Inarno dalam konferensi pers yang digelar pada Jumat (7/11/2025).

Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, OJK hanya membutuhkan tambahan dana sekitar Rp 15,44 triliun. Inarno menambahkan bahwa saat ini masih terdapat 27 rencana penawaran umum yang sedang dalam proses, dengan nilai indikatif mencapai Rp 20,21 triliun.

Secara rinci, 12 di antaranya merupakan rencana *Initial Public Offering* (IPO) dengan nilai penawaran sebesar Rp 6,46 triliun. Selain itu, terdapat dua perusahaan yang berencana melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) dengan perkiraan nilai sebesar Rp 3,8 triliun.

Baca Juga  Perjanjian Dagang Internasional Picu Penurunan Penerimaan Negara? Ini Kata Kemenkeu

Selanjutnya, ada dua rencana penawaran umum efek bersifat utang dan/atau sukuk (EBUS) dengan nilai sebesar Rp 1 triliun. Terakhir, terdapat empat rencana penerbitan PUB EBUS Tahap I & II dengan nilai total mencapai Rp 11 triliun.

Jika seluruh aksi pengumpulan dana tersebut dapat dieksekusi dengan baik hingga akhir tahun ini, maka total pengumpulan dana di pasar modal berpotensi melampaui target yang telah dicanangkan oleh OJK, yaitu sebesar Rp 220 triliun.

Sementara itu, berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) per 7 November 2025, tercatat 24 perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di BEI, dengan total dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 15,21 triliun.

Modal Asing Kian Kencang Masuk Pasar Domestik, Ekonom: Inflow Bisa Berlanjut

I Gede Nyoman Yetna, Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, menjelaskan bahwa saat ini masih terdapat 13 perusahaan dalam antrean pencatatan saham di BEI. Dari 13 perusahaan tersebut, beberapa di antaranya masuk dalam kategori *lighthouse company*.

Kriteria *lighthouse company* adalah perusahaan yang melakukan IPO dengan nilai kapitalisasi di atas Rp 3 triliun dan *free float* minimal 15%. Nyoman menyebutkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut berasal dari tiga sektor utama, yaitu sektor keuangan, infrastruktur, dan pertambangan.

Dari 13 perusahaan tersebut, enam perusahaan memiliki aset skala menengah, lima perusahaan memiliki aset skala besar di atas Rp 250 triliun, dan sisanya merupakan perusahaan skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.

Nyoman juga tidak menutup kemungkinan adanya penawaran umum saham perdana dari perusahaan BUMN, atau yang kini dikenal dengan nama Danantara, terutama yang masuk dalam kategori *lighthouse company* atau perusahaan mercusuar.

Baca Juga  The Fed's Sinyal: Dolar AS Lesu, Yen Jepang Menguat! Peluang Untung atau Rugi?

“Kami terus menjalin komunikasi yang baik dengan pihak Kementerian BUMN sebelumnya, dan sekarang dengan Danantara. Kami berharap akan ada *lighthouse company* yang berasal dari *state-owned enterprise*,” kata Nyoman pada Kamis (6/11/2025).

Dana Jumbo Asing Masuk Pasar Modal Indonesia, Cek Saham yang Diincar, Rabu (13/8)

Head of Investment Specialist Maybank Sekuritas, Fath Aliansyah, menyampaikan bahwa pasar akan sangat menantikan kabar mengenai *lighthouse company* dari sektor-sektor yang telah disebutkan oleh otoritas BEI. Kabar yang santer beredar belakangan ini adalah mengenai IPO Superbank.

“Kabar mengenai IPO Superbank sudah sering diberitakan. Namun, akan lebih baik jika kita menunggu hingga informasi tersebut benar-benar muncul di situs resmi e-IPO,” ujarnya dalam sebuah paparan pada Jumat (7/11/2025).

Direktur Utama RHB Sekuritas Indonesia berpendapat bahwa di sisa tahun ini, sangat mungkin akan ada perusahaan dengan fundamental yang kuat, model bisnis yang jelas, dan prospek pertumbuhan yang menjanjikan yang akan tetap meluncur ke bursa saham untuk melakukan IPO.

“Mayoritas emiten yang *listing* akan berpotensi memberikan dampak yang lebih signifikan pada tahun 2026, ketika kondisi eksternal seperti suku bunga global, sentimen investor, dan regulasi mulai lebih stabil,” kata Thomas.

Harapan muncul jika suku bunga global mulai menunjukkan tren penurunan, sehingga likuiditas akan beralih dari obligasi ke saham, yang pada akhirnya dapat mendukung jumlah IPO. Menurutnya, ada sinyal positif bahwa ekspektasi ini akan terwujud di Indonesia pada tahun depan.

Danantara Siap Gelontorkan Dana Jumbo ke Pasar Modal, Cermati Saham Pilihan Analis

Share :

Baca Juga

Finance

BEI Waspadai Transaksi Mencurigakan Saham CRAB, BESS, dan BSWD

Finance

Wall Street Melonjak: Dampak Kesepakatan Amazon-OpenAI dan Kebijakan The Fed

Finance

Pahami Akad Istishna: Pengertian, Syarat, Contoh, dan Cara Pembayarannya

Finance

Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak, Investasi Galeri24 Juga Ikut Naik!

Finance

IHSG Terkoreksi: AKRA, AMRT, AMMN Tertekan di LQ45

Finance

Kiwoom Sekuritas Ungkap 7 Sektor Saham Potensial Kuartal IV: Cek Daftarnya!

Finance

PT Bukit Asam Incar Mitra Cina Kembangkan Gasifikasi Batu Bara

Finance

Solusi Sinergi WIFI Resmi Jadi Penghuni Baru MSCI Small Cap!