
warta-kota.com – , Jakarta – Bagi Anda yang merencanakan perjalanan ke Paris dan ingin merasakan pengalaman wisata di luar Menara Eiffel yang sudah umum, pertimbangkanlah mengunjungi Pemakaman Père Lachaise di sisi timur kota. Berbeda dengan bayangan umum tentang pemakaman, Père Lachaise justru menghadirkan pemandangan yang estetis dan eksotis, tempat peristirahatan terakhir bagi banyak tokoh terkenal.
Sebelum menjadi pemakaman, lahan ini semula milik Pastor François de La Chaise, pengakuan dosa Raja Louis XIV. Di bawah pemerintahan Napoleon Bonaparte, lahan tersebut kemudian dibeli dan dijadikan pemakaman kota pertama Paris. Pada tahun 1803, arsitek Neoklasik Alexandre-Théodore Brongniart mendesain pemakaman ini dengan gaya taman Inggris. Setahun berikutnya, pemakaman ini dibuka untuk umum.
Awalnya bernama Cimetière de l’Est (Pemakaman Timur), nama tersebut diubah menjadi Père Lachaise pada tahun 1817 untuk menghormati Pastor de La Chaise. Perubahan nama ini mungkin bertujuan menarik minat umat Katolik Roma untuk mengunjungi atau memakamkan kerabat mereka di sana.
Pemakaman Tokoh Terkenal
Tiga belas tahun setelah dibuka untuk umum, jenazah penulis drama Molière dan penulis fabel Jean de La Fontaine dipindahkan ke pemakaman ini. Pada tahun yang sama, jenazah Heloise dan Abelard, tokoh Romeo dan Juliet versi Prancis, juga dipindahkan ke lokasi tersebut.
Strategi ini terbukti efektif, meskipun sebagian orang meragukan keaslian pemindahan jenazah tokoh-tokoh tersebut. Namun, permintaan petak makam terus meningkat.
Makam Heloise dan Abelard khususnya menarik banyak peziarah. Mereka sering meninggalkan surat di kedua makam tersebut, seakan-akan menjadi ritual untuk mendapatkan jodoh.
Menurut Paris Discovery Guide, pemakaman seluas 45 hektare ini menampung lebih dari 70.000 makam, dengan berbagai latar belakang kepercayaan—Katolik, Yahudi, Islam, Tao, Buddha, Ateis—berdampingan secara harmonis.
Galeri Seni di Tengah Pemakaman
Pemakaman ini layaknya sebuah galeri seni. Berbagai gaya arsitektur menawan dapat ditemukan di sana. Misalnya, makam penulis Oscar Wilde bergaya arsitektur Mesir Kuno, dengan patung Sphinx krem setinggi sekitar 8 kaki, karya pematung Jacob Epstein.
Selanjutnya, makam Victor Noir, seorang jurnalis yang ditembak Pierre Bonaparte, cucu Napoleon Bonaparte, juga menarik perhatian. Makamnya menampilkan patung perunggu dirinya terbaring menghadap langit, seakan baru saja terjatuh setelah ditembak. Patung realistik ini dibuat oleh Jules Dalou, pematung terkemuka abad ke-19.
Makam Jim Morrison
Makam yang paling banyak dikunjungi adalah makam Jim Morrison, bintang rock Amerika Serikat. Meskipun awalnya terdapat patung setengah badan Jim, patung tersebut dicuri pada tahun 90-an. Kini, yang tersisa adalah patung malaikat kecil, dikelilingi bunga dan surat dari para penggemar.
Selain ketiga makam tersebut, terdapat pula makam-makam lain dengan gaya arsitektur unik, mulai dari gaya Neoklasik dengan pilar, gaya Gotik dengan bangunan runcing, hingga gaya Art Deco geometris dengan patung perunggu yang teroksidasi.
Panduan Menuju Père-Lachaise
Pemakaman ini terletak di arrondissement ke-20, tepatnya di alamat 16 Rue du Repos, 75020 Paris, Prancis. Lokasi ini mudah diakses dengan transportasi umum, dengan pintu utama berada di Boulevard de Ménilmontant.
Bulan Maret merupakan waktu yang ideal untuk berkunjung, ketika dedaunan menghiasi lebih dari 4.100 pohon di kompleks pemakaman. Namun, setiap bulan dan musim menawarkan pengalamannya tersendiri.
Layanan tur tersedia, tetapi Anda juga bisa menjelajah sendiri seperti seorang Flâneur.
Peta tersedia untuk membantu pengunjung, terutama untuk menemukan makam tokoh-tokoh terkenal.
Menurut The Guardian, Père-Lachaise masih menerima jenazah baru dengan kuota 150 tempat per tahun. Bagi yang ingin dimakamkan di sana, bersama tokoh-tokoh seperti Chopin, Balzac, Delacroix, dan lainnya, siapkan dana sekitar €15,528 atau sekitar Rp 289 juta untuk lahan seluas 21 kaki persegi.
MUHAMMAD RIFAN PRIANTOPilihan Editor: Sitor dan Pertempuran di Paris
















