Breaking News

Home / Inhu

Selasa, 22 April 2025 - 10:27 WIB

Miring dan Retak, Diduga Ada Mark Up Rp500 Juta pada Pembangunan Kantor Desa Sungai Raya di Inhu

INHU – Anggaran fantastis senilai Rp500 juta untuk pembangunan Kantor Desa Sungai Raya, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, bangunan yang berdiri dengan sederhana itu tampak miring dan tidak menunjukkan aktivitas pelayanan pada jam kerja, Senin (21/04/2025).

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan. Proyek yang dikelola oleh Kepala Desa Sungai Raya, Erwanto SE, itu dinilai mubazir dan tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Warga pun mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran ratusan juta rupiah tersebut.

“Bangunannya terlalu sederhana, bahkan terlihat miring. Halamannya tidak terawat dan lokasi itu rawan banjir. Sebagai warga, kami bertanya-tanya ke mana larinya anggaran Rp500 juta itu?” ujar seorang warga Sungai Raya yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa dana pembangunan berasal dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) tahun 2023 dan dilaksanakan secara swakelola oleh pemerintah desa.

Baca Juga  Di duga Polusi Udara Pabrik Kelapa Sawit PT.PAS Ancam Kesehatan. Syarial : Itu Hanya kepentingan politik

Lembaga Aliansi Indonesia Soroti Kualitas Bangunan

Ketua Tim Provinsi Komando Garuda Sakti dari Lembaga Aliansi Indonesia (LAI), Rudi Walker Purba, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima berbagai laporan masyarakat mengenai kejanggalan dalam proyek tersebut.

“Dari laporan yang kami terima, bangunan ini tampaknya kekurangan material penting seperti cerucuk. Dinding diplester kasar, beberapa keramik sudah retak, dan kondisi tanah yang semi gambut membuat pondasi tidak stabil,” jelas Rudi saat meninjau langsung ke lokasi.

Bangunan berukuran 15 x 13 meter itu disebut mengalami penurunan pada pondasi, dan ironisnya, sering terendam banjir saat musim hujan. Padahal, kantor desa seharusnya menjadi pusat pelayanan publik yang representatif.

Rudi menegaskan, pihaknya akan segera meminta klarifikasi resmi dari Kepala Desa dan pelaksana kegiatan. Jika ditemukan unsur mark up atau penyimpangan, pihaknya siap melaporkan kasus ini kepada instansi berwenang dan aparat penegak hukum.

Baca Juga  Amat Keling, Diduga Jual BBM Subsidi Bio Solar ke Replanting Kebun Sawit LBJ Hingga Puluhan Ton

Kepala Desa Bantah Tudingan Penyimpangan

Menanggapi tudingan tersebut, Kepala Desa Sungai Raya, Erwanto SE, membantah adanya penyimpangan dalam pelaksanaan proyek. Ia menyatakan bahwa pembangunan sudah sesuai dengan prosedur dan spesifikasi teknis.

“Kalau dilihat dari dalam, bangunan itu tidak miring. Semuanya sudah sesuai spesifikasi, dan memang kami kerjakan secara swakelola,” ujar Erwanto melalui sambungan telepon, Sabtu (20/04/2025).

Meski begitu, masyarakat dan sejumlah pihak kini menanti langkah tegas dari instansi terkait dalam mengusut penggunaan dana publik tersebut. Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat peran vital kepala desa dalam pembangunan dan pelayanan di tingkat lokal.

Share :

Baca Juga

Daerah

Dulu Jambret, Kini Bandar Sabu: Asep Dibekuk Polsek Lirik dengan 25,9 Gram Sabu”

Daerah

Oknum Dokter di Sungai Parit Diduga Langgar Etika: Enggan Beri Rujukan Dan vonis Pasien tidak bisa sembuh

Berita Utama Daerah

Sekdes Kulim Jaya Ancam Laporkan Wartawan Terkait Pemberitaan Dugaan Proyek Siluman

Daerah

Amat Keling, Diduga Jual BBM Subsidi Bio Solar ke Replanting Kebun Sawit LBJ Hingga Puluhan Ton

Inhu

Di duga Polusi Udara Pabrik Kelapa Sawit PT.PAS Ancam Kesehatan. Syarial : Itu Hanya kepentingan politik

Daerah

Dokter FP Di Sungai Parit Diduga Tak Beretika, Warga Minta Diskes Inhu Segera Ambil Tindakan

Daerah

Warga Resah, Kafe Remang-Remang ‘Peyek’ Diduga Jadi Sarang Miras dan Prostitusi di Bongkal Malang.

Inhu

Miris! Baru Selesai Dikerjakan Proyek Rehabilitasi SMPN 1 Dolok Batu Nanggar Senilai 1,5 M Sudah Mengalami Keretakan.