Breaking News

Home / Technology

Senin, 19 Mei 2025 - 05:52 WIB

Meta Blokir Grup Fantasi Sedarah yang Viral di Aplikasi Mereka

Jakarta, IDN Times – Menanggapi keberadaan grup Facebook “Fantasi Keluarga” yang memuat konten inses, Meta menyatakan telah mengambil tindakan. Perwakilan Meta menegaskan bahwa grup tersebut telah diblokir.

“Eksploitasi anak merupakan kejahatan yang sangat serius dan tak bisa ditoleransi. Kami telah menghapus Grup ini dari platform kami dan terus berupaya aktif mendeteksi serta memblokir akun-akun serupa,” jelas Jubir Meta saat dihubungi IDN Times, Senin (19/5/2025).

Viral Fantasi Sedarah, 4 Cara Jaga Pikiran dari Bahaya

Viral Fantasi Sedarah, 4 Cara Jaga Pikiran dari Bahaya

1. Upaya pengembangan teknologi untuk menjerat pelaku

Meta telah aktif menangani kasus-kasus digital di platformnya. Langkah hukum akan ditempuh dengan penyelidikan dan penuntutan terhadap pelaku di balik grup-grup tersebut.

“Selama bertahun-tahun, kami telah mengembangkan teknologi untuk melawan kejahatan ini dan membantu penegak hukum dalam menyelidiki serta menuntut para pelakunya,” tambah Jubir Meta.

Baca Juga  Samsung Galaxy A06 5G vs Redmi 13: Perbandingan Spesifikasi dan Harga Terlengkap

Anggota DPR: Grup Fantasi Sedarah Berbahaya, Pelaku Harus Ditangkap

Anggota DPR: Grup Fantasi Sedarah Berbahaya, Pelaku Harus Ditangkap

2. Kelompok-kelompok tersebut menggunakan taktik untuk menghindari deteksi

Meta menekankan bahwa pengembangan teknologi dan penegakan hukum akan terus ditingkatkan. Hal ini penting mengingat kelompok-kelompok tersebut terus menyempurnakan taktik untuk menghindari deteksi.

“Tim ahli kami secara aktif memantau tren terbaru untuk membantu kami tetap unggul,” imbuhnya.

Komdigi: Konten Grup Facebook Isi Fantasi Dewasa ke Anak Pelanggaran

Komdigi: Konten Grup Facebook Isi Fantasi Dewasa ke Anak Pelanggaran

3. Kominfo blokir enam grup serupa

Grup Facebook “Fantasi Sedarah” memiliki ribuan anggota dan berisi percakapan serta pengalaman para anggotanya mengenai hal-hal menyimpang, berbau sensual dan seksual terhadap anggota keluarga sendiri, atau berkonotasi “inses.”

Baca Juga  Kejagung Sidik Chromebook: Apa Itu & Bedanya dengan Laptop Windows?

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) telah memblokir akses enam grup, termasuk grup tersebut. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kementerian Kominfo, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa pemblokiran ini merupakan langkah tegas pemerintah untuk melindungi anak-anak dari konten digital yang berisiko merusak perkembangan mental dan emosional mereka.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Meta untuk memblokir grup komunitas tersebut. Grup ini termasuk dalam penyebaran paham yang bertentangan dengan norma-norma masyarakat,” ujarnya di Kantor Kementerian Kominfo, Jakarta Pusat, Jumat (16/05/2025).

Share :

Baca Juga

Technology

Manfaat Egg Freezing: Penjelasan Lengkap dari Dokter untuk Perempuan

Berita Utama

Masyarakat Salingka Gunuang Talang Lakukan Aksi Damai Penolakan Geotermal Di Tugu Ayam Arosuka

Technology

Samsung Galaxy Z Fold6 vs Xiaomi 15 Ultra: Perbandingan Spesifikasi dan Harga Lengkap

Technology

Infinix NOTE 50S 5G+: HP Ngebut, Murah, dan Pas Banget Buat Anak Muda

Berita Utama

Bupati Solok Hadiri Mubes PKKS di Jakarta, Membangun Solok Juga Di Butuhkan Peran Perantau

Technology

Upgrade Aman & Mudah dari Windows 10 ke Windows 11: Panduan Lengkap

Technology

Infinix XBook B15: Review Lengkap Laptop 5 Jutaan, Layak Beli?

Technology

United Airlines: WiFi Starlink di 300 Pesawat, Siap Terbang Lebih Kencang