PANDEGLANG, warta-kota.com
Sesosok mayat wanita muda telah ditemukan tidak bernyawa sekitar pukul 14.00 WIB pada hari Senin, 2 Maret 2026 di pesisir pantai Cibungur, Desa Tegal Papak, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten. Jasad yang diperkirakan berusia belasan tahun tersebut tampak terbujur kaku di pinggir pantai ketika pertama kali ditemukan oleh sejumlah warga sekitar yang sedang berada di lokasi tersebut.
Informasi mengenai kejadian ini diperoleh dari hasil pantauan yang dilakukan berdasarkan rekaman tayangan langsung (live) yang kemudian diabadikan dalam bentuk tangkapan layar, serta keterangan langsung dari pihak keluarga yang hadir di lokasi kejadian. Salah satu anggota keluarga yang menjadi sumber informasi adalah Neno, yang merupakan bibi dari korban. Menurut Neno, korban yang meninggal dunia bernama Jana.
Menurut keterangan Neno, Jana tinggal bersama orang tuanya di lokasi yang berbeda dengan tempat tinggalnya sendiri. Kejadian kehilangan Jana dimulai pada hari sebelumnya, ketika ia tidak memberikan pemberitahuan mengenai keberadaannya dan kemudian tidak dapat ditemukan. Pihak keluarga pertama kali mendapatkan informasi tentang hilangnya Jana sekitar waktu asar, dan segera setelah itu, Neno beserta sejumlah anggota keluarga lainnya langsung melakukan upaya pencarian bersama keluarga.
“Ketika mendapatkan kabar bahwa Jana tidak ditemukan, saya langsung bersama anak-anak mencari ke berbagai tempat, hingga akhirnya menemukan jasadnya di pantai ini,” ujar Neno saat memberikan keterangan di lokasi.
Sebelumnya, ketika Jana belum ditemukan, keluarga telah melakukan berbagai upaya pencarian ke beberapa tempat yang sering dikunjunginya. Menurut Neno, salah satu keponakan bahkan mengungkapkan kekhawatiran bahwa Jana mungkin terjebak atau mengalami kesulitan di kawasan kali, mengingat bahwa korban seringkali menghabiskan waktu di sekitar area tersebut.
“Kalau biasanya dia tidak ada di rumah, dia sering berada di sekitar kali. Sampai keponakan saya bilang takut dia kecemplung di sana. Di daerah sekitar kali itu memang ada beberapa tempat yang sering dia kunjungi, tepatnya di belakang konter di daerah Panimbang, tepatnya di seberang kantor BRI,” jelas Neno menjelaskan lokasi yang biasanya menjadi tempat Jana berkumpul.
Dalam keterangannya, Neno juga mengungkapkan bahwa Jana memiliki kondisi kesehatan yang tidak stabil, dengan dugaan mengalami penyakit seperti epilepsi atau ayan. Menurutnya, kemungkinan besar kejadian ini terjadi karena Jana mengalami serangan kejang secara tiba-tiba ketika berada di sekitar lokasi pantai. Hal ini diduga karena pada saat jasad ditemukan, terlihat adanya tanda keluarnya darah dari hidung korban, yang merupakan salah satu gejala yang sering muncul ketika seseorang mengalami serangan kejang akibat kondisi tersebut.
“Saya kurang tahu secara detail mengenai riwayat pengobatannya dan sejak kapan dia mengalami kondisi tersebut, namun kami tahu bahwa dia sedang dalam pengobatan. Semalam juga pihak keluarga telah melakukan pencarian bersama dengan beberapa warga kampung, namun pada saat itu pihak kampung belum mengetahui keberadaan Jana. Ibunya sendiri telah melakukan upaya pencarian secara maksimal, mengingat bahwa Jana biasanya juga sering bermain di rumah PP (Panti Asuhan atau tempat tinggal tertentu) namun saat itu juga tidak ditemukan di sana,” tambah Neno.
Berikut informasi mengenai usia korban, menurut Neno, Jana lahir pada tahun 1999, meskipun ia tidak dapat memberikan informasi yang lebih rinci mengenai tanggal lahirnya secara tepat. Hingga saat ini, pihak keluarga masih dalam proses mengurus jenazah dan prosedur terkait dengan kejadian ini, serta bekerja sama dengan pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian Jana.
Pihak kepolisian dan tim Inafis juga telah melakukan pengecekan awal di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan informasi lebih lanjut terkait dengan kasus ini. (YNA)















