Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Jumat, 12 September 2025 - 23:52 WIB

Ledakan Pamulang: Fakta Terbaru, Penyebab, dan Dampaknya Bagi Warga

Getaran hebat mengguncang Jalan Talas II, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Tangerang Selatan (Tangsel), pada hari Jumat (12/9) lalu. Suara ledakan dahsyat yang terdengar hingga radius ratusan meter itu terjadi pada sekitar pukul 05.15 WIB, membuat warga sekitar terkejut dan spontan berlarian keluar rumah untuk mencari tahu penyebabnya.

Menurut data yang dihimpun oleh BPBD Tangsel, peristiwa ini berdampak pada 16 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 84 jiwa. Beberapa rumah mengalami kerusakan yang signifikan, dan beberapa warga dilaporkan mengalami luka-luka.

Berikut adalah rangkuman fakta penting terkait ledakan yang menggemparkan Pamulang tersebut:

84 Jiwa Terdampak

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangerang Selatan mencatat bahwa sebanyak 16 Kepala Keluarga (KK), yang meliputi 84 jiwa, merasakan dampak langsung dari kejadian ledakan tersebut.

“Secara keseluruhan, terdapat 84 jiwa yang terkena dampak. Saat ini, tim kami sedang melakukan assesment untuk mengkaji kebutuhan mendesak para korban pengungsian,” jelas Dian Wiryawan, Penata Layanan Operasional sekaligus Danton Satgas PB BPBD Tangsel.

Para warga yang terdampak sangat membutuhkan bantuan berupa tempat pengungsian yang layak, matras, pasokan logistik makanan, selimut, air mineral bersih, dan terpal untuk menutupi kerusakan.

“Sejumlah kebutuhan vital telah kami data, dan saat ini kami masih menunggu hasil assesment yang lebih rinci,” imbuhnya.

7 Warga Luka, 13 Rumah Rusak

Ledakan tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup parah. Sedikitnya 3 rumah dilaporkan hancur total, sementara 10 rumah lainnya mengalami kerusakan ringan. Para korban yang mengalami luka-luka telah segera dilarikan ke RS Sari Asih Ciputat dan RS Hermina untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan.

Baca Juga  Demo Ricuh Jakarta: 58 CCTV Halte TransJakarta Alami Kerusakan

“Terdapat 3 rumah yang hancur lebur, dan sekitar 10 rumah mengalami kerusakan ringan. Data juga menunjukkan bahwa 7 warga menjadi korban luka, termasuk seorang balita. Mereka menderita luka bakar dan luka ringan,” ungkap Ketua RT 03/02 Pondok Cabe Ilir, Masturo.

“Kondisi balita tersebut, alhamdulilah, sudah menunjukkan perkembangan positif. Namun, warga yang mengalami luka cukup parah masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit,” tambahnya.

Tim Gegana Diturunkan ke Lokasi

Tim Gegana tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 13.00 WIB. Kehadiran mereka bertujuan untuk melakukan investigasi mendalam guna mengungkap penyebab pasti ledakan tersebut.

Sebelum kedatangan Tim Gegana, area lokasi telah disterilisasi oleh petugas Brimob bersenjata lengkap. Selain itu, Brimob juga bertugas untuk menjaga keamanan di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Kehadiran Brimob di lokasi ini adalah dalam rangka melaksanakan BKO (Bantuan Kendali Operasi) di Polres Tangerang Selatan. Mereka turut mengamankan perimeter selama kami melakukan olah TKP,” jelas Kapolres Tangerang Selatan, AKBP Victor Inkiriwang.

Bukan Bom

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya, dapat dipastikan bahwa ledakan yang terjadi di Pamulang bukanlah disebabkan oleh bom.

“Setelah kami melakukan sterilisasi dengan menggunakan alat deteksi yang ada, tidak ditemukan adanya indikasi atau jejak jenis bom atau bahan peledak lainnya,” tegas Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya, Kompol Nofriansyah, kepada awak media pada hari Jumat (12/9).

Proses sterilisasi difokuskan pada empat rumah yang mengalami kerusakan paling parah akibat ledakan tersebut.

Dalam proses sterilisasi tersebut, tim Gegana Brimob mengerahkan dua unit pasukan yang terdiri dari tim Penjinak Bom (Jibom) dan tim Kimia, Biologi, dan Radioaktif (KBR).

Baca Juga  Rektor Unisba Bantah: Tidak Ada Polisi Masuk Area Kampus!

“Jadi, intinya, kesimpulan yang dapat diambil adalah tidak ada keterkaitan dengan unsur bom dalam kejadian ini,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang menambahkan bahwa dari hasil olah TKP awal, tidak ditemukan bukti adanya bom yang menjadi penyebab ledakan.

Regulator Gas Rusak

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto, yang turut menurunkan timnya ke lokasi kejadian, menjelaskan dugaan kuat penyebab ledakan tersebut.

“Hasil olah TKP mengindikasikan bahwa ledakan gas terjadi akibat akumulasi gas di dalam ruangan tertutup yang kemudian terpicu oleh percikan api,” ungkap Henik saat memberikan penjelasan.

“Tim menemukan regulator gas dalam kondisi rusak dan dililit dengan isolasi hitam, tabung gas 12 kg dalam keadaan kosong, serta tuas kompor gas dalam posisi ON,” lanjut Henik.

“Selain itu, terlihat pula bekas efek api pada benda-benda yang mudah terbakar di sekitar lokasi ledakan,” tambahnya.

Tabung Gas-Kompor Jadi Barang Bukti

Puslabfor Mabes Polri membawa sejumlah barang bukti dari empat rumah yang mengalami dampak paling parah akibat ledakan tersebut untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Barang bukti yang diamankan meliputi satu buah tabung gas 12 kilogram, tiga buah tabung gas 3 kilogram, selang regulator, satu buah kompor gas, serta bahan-bahan bekas terbakar yang ditemukan di lokasi,” kata Kasubdit Metalurgi Forensik Puslabfor Polri, Kompol Heriyandi, di lokasi kejadian pada hari Jumat (12/9).

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

Mengerikan: Ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading, Sepuluh Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Public Safety And Emergencies

Identifikasi Enam Jenazah Korban Tragedi Al Khoziny Terus Berlanjut

Public Safety And Emergencies

Tragedi Sumatera: Banjir Bandang dan Longsor Tewaskan Ratusan, Ribuan Mengungsi

Public Safety And Emergencies

Komandan Brimob Akui Lindas Affan Saat Sidang Etik Polri: Fakta Terungkap!

Public Safety And Emergencies

Korban meninggal dunia bencana Sumatera jadi 1.059 jiwa, pengungsi masih 577.600 orang

Public Safety And Emergencies

Terungkap: Kronologi Lengkap Kasus Orang Hilang Pasca Demo Agustus, Kerangka Ditemukan di Kwitang

Public Safety And Emergencies

DPR Salurkan Bantuan Logistik untuk Korban Banjir Sumatera

Public Safety And Emergencies

Keracunan Massal Siswa SMPN 35 Bandung: Pemkot Perketat Pengawasan Makan Gratis