Breaking News

Home / Public Safety And Emergencies

Rabu, 14 Mei 2025 - 06:23 WIB

Ledakan Amunisi Garut: Ketua Komisi I DPR Sebut Akibat Kecerobohan Fatal

warta-kota.com – , Jakarta – Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, menilai ledakan amunisi kedaluwarsa TNI AD disebabkan oleh kelalaian dalam prosedur kerja. Beliau menekankan perlunya tindakan tegas dari pimpinan untuk mencegah terulangnya kelalaian serupa.

Pilihan editor: Mengapa Kejaksaan Meminta Pengamanan kepada TNI, Bukan Polri?

“Peristiwa ledakan ini bukan soal aturan, melainkan soal dedicated to excellent, disiplin dalam bekerja,” tegas Utut saat ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 14 Mei 2025.

Utut menjelaskan bahwa satuan terkait sebenarnya telah memiliki aturan baku untuk menangani peledakan amunisi bekas. Namun, pengawasan yang longgar dari pimpinan menyebabkan aturan tersebut diabaikan.

Ia memperingatkan bahwa kelalaian dalam pengawasan dan prosedur dapat menyebabkan terulangnya insiden serupa. “Jangan ceroboh, aturan harus ditaati, dan harus ada komandan yang bertanggung jawab,” tegas politikus PDIP tersebut.

Baca Juga  [FULL] Kebakaran Gedung Terra Drone Kemayoran, Ada Unsur Sengaja? Pengamat Hukum Soroti Hal Ini

Utut mendorong perbaikan di instansi pertahanan, misalnya dengan memindahkan lokasi peledakan menjauh dari pemukiman warga. “Instansi militer harus berada jauh dari area sipil, harus steril,” ujarnya.

Insiden ledakan amunisi kedaluwarsa terjadi pada Senin, 12 Mei 2025, menewaskan 13 orang. Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigadir Jenderal Wahyu Yudhayana, menyatakan insiden tersebut terjadi saat satuan Puspalad menjalankan prosedur penghancuran amunisi di area Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Garut.

Wahyu menjelaskan lokasi tersebut telah resmi digunakan untuk pemusnahan bahan peledak. “Pemusnahan dilakukan pukul 09.30 WIB oleh Gudang Pusat Amunisi Tiga Puspalad. Lokasi telah diverifikasi dan dinyatakan aman sebelum pelaksanaan,” jelas Wahyu.

Baca Juga  Polda Jatim Resmikan Crisis Center untuk Korban Ponpes Al-Khoziny

Menurut Wahyu, personel pengamanan telah ditempatkan di pos masing-masing. Setelah tim pengamanan memastikan area steril, pemusnahan dilakukan di dua lubang peledakan. “Peledakan pertama dan kedua berjalan lancar,” katanya.

Namun, kecelakaan terjadi saat tim menangani sisa bahan peledak, berupa detonator, di lubang ketiga. “Sebelum peledakan, terjadi ledakan dari dalam lubang ketiga, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa,” ujar Wahyu.

Pilihan editor: Kasus-kasus Keracunan MBG Sejak Januari 2025

Share :

Baca Juga

Public Safety And Emergencies

Gus Alam Tutup Usia: Ketua DPRD Kendal Sampaikan Belasungkawa, Kenang Sosok Humorisnya

Public Safety And Emergencies

Pasca Penjarahan, Truk Pembersih Angkut Sisa di Rumah Sri Mulyani Setelah 4 Jam

Public Safety And Emergencies

TNI AD Musnahkan Amunisi: Kontroversi Warga Sipil di Lokasi

Public Safety And Emergencies

Tragis! Gedung Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Roboh: Tiga Tewas, Puluhan Hilang

Public Safety And Emergencies

Arab Saudi Perketat Pengawasan Jemaah Haji Indonesia Usai Tangkap Jemaah Ilegal

Public Safety And Emergencies

Polda Jatim Resmikan Crisis Center untuk Korban Ponpes Al-Khoziny

Public Safety And Emergencies

Trauma korban banjir-longsor Aceh ‘lebih berat’ dari tsunami 2004, kata psikolog

Public Safety And Emergencies

Tragis! Istri Eks PM Nepal Tewas dalam Kebakaran Rumah Akibat Unjuk Rasa