Warta-kota.com, Bondowoso | SMK Negeri 3 Bondowoso, Kabupaten Bondowoso kembali menunjukkan komitmennya dalam bertransformasi secara digital. Melalui peluncuran program inovasi terbarunya yang bertajuk Kameliya (red: Kamis Membagikan Hasil Inovasi dan Karya), sekolah kejuruan unggulan yang dikenal dengan gerbang teknologi masa depan tersebut hari ini, Kamis (05/03/2026) menggelar pelatihan teknologi Aplikasi LUMI bagi para guru dan tenaga kependidikan (GTK).
LUMI (Lumi Education) sendiri adalah aplikasi desktop dan web gratis (open source) berbasis H5P yang digunakan untuk membuat, mengedit, dan membagikan konten pembelajaran interaktif.
Guru Teknik Otomotif SMKN 3 Bondwooso Lely Wulandari yang menjadi pemateri perdana inovasi Kameliya ini menegaskan bahwa penggunaan teknologi aplikasi LUMI dapat meningkatkan kualitas pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan bagi peserta didik.
“Dengan dukungan aplikasi LUMI, maka kita semua nantinya akan bisa memperkaya pengalaman belajar siswa sekaligus meningkatkan efektivitas pembelajaran” ujar Lely dalam paparannya.
Guru yang baru saja menuntaskan kuliah master Universitas PGRI Argopuro Jember tersebut juga langsung praktik dengan mengajak guru-guru SMKN 3 Bondowoso untuk mengubah materi ajar konvensional menjadi modul digital yang lebih dinamis dan sesuai dengan karakter siswa generasi Z.
“Melalui penerapan aplikasi LUMI, kita yakin dapat terus mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga terbiasa dengan lingkungan kerja digital yang adaptif” imbuh Lely bangga.
Kegiatan inspiratif yang berlangsung di aula sekolah ini para peserta pelatihan terlihat antusias mencoba fitur-fitur interaktif dalam aplikasi tersebut. Kegiatan ini juga menjadi penanda dimulainya tradisi baru di SMKN 3 Bondowoso.
Program Kameliya diproyeksikan sebagai wadah rutin setiap hari Kamis untuk mendiseminasikan berbagai temuan, karya kreatif, serta perkembangan teknologi terbaru yang dapat menunjang proses belajar mengajar.
Kepala SMKN 3 Bondowoso Daris Wibisono Setiawan menambahkan bahwasannya pelatihan ini tidak hanya memberikan ketrampilan baru bagi para gurunya, tapi juga memperkuat peran teknologi dalam Pendidikan dalam menciptakan pembelajaran yang relevan dan menyenangkan.
“Pemanfaatan aplikasi LUMI ini merupakan langkah konkret kita dalam mewujudkan digitalisasi sekolah yang inklusif, guru dan peserta didik sama-sama mendapatkan pengalaman belajar menyenangkan” pungkas Daris.
(Saiful)















