Lapor!Dirut Palmco PTPN IV,Serangan Hama Ulat Mengganas Di Kebun Mayang Regional-2,Perusahan Terancam Merugi.
Warta-kota.com
Simalungun, Sumut | 13 Mei 2025
Miriss Kondisi yang sangat memprihatinkan kembali menerpa areal tanaman kelapa sawit milik perusahan plat merah PTPN IV Palmco Regional-2 Unit Kebun Mayang,Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara.
Merebaknya serangan hama ulat diareal afdeling-2 disinyalir akibat kelalaian pihak manajemen dalam melakukan identifikasi dan mitigasi dini terhadap gejala awal serangan, yang sebelumnya telah muncul.
Hasil investigasi awak media yang terjun langsung ke lokasi Selasa (6/5/2025), ditemukan areal kelapa sawit komposisi tanaman dewasa tepatnya di afdeling 2 Blok R ,K tahun tanam 2015 yang terserang hama ulat api dan ulat kantong yang cukup masif.Diperkirakan luas areal yang terserang sudah mencapai puluhan hingga ratusan hektare.
Yang lebih memprihatinkan tanaman sawit yang terserang merupakan tanaman sawit dewasa berusia 10 tahun, yang mana saat ini tengah berada di masa puncak produksi.
Seorang sumber internal,namun minta agar indetitas nya tidak diungkap ke publik menyebutkan bahwa areal Blok R, K afdeling 2 tahun tanam 2015 tersebut “memang sudah lama terserang hama ulat,namun beberapa waktu lalu telah dilakukan penyemprotan inteksida, Bang.” Namun ia menyampaikan kemungkinan pemberantasan yang dilakukan tidak maksimal, “jika dibiarkan seperti ini, dikuatirkan produksi akan mengalami penurunan secara signifikansi,” ujarnya.
Publik harus memahami terkait kerusakan pada daun muda tanaman kelapa sawit tentu sangat, vital karena mengganggu proses fotosintesis.dampak yang ditimbulkan tanaman kehilangan kemampuan dalam memproduksi energi secara optimal.
Gangguan fisiologis ini bisa menyebabkan bunga jantan tumbuh tidak sempurna, sehingga menghambat proses penyerbukan akibatnya terjadi penurunan jumlah dan kualitas Tandan Buah Segar (TBS).
Benget SM.,seorang pemerhati perkebunan ketika dimintai pendapat nya oleh tim jurnalis melalu sambung telepon aplikasi whatsapp Senin,(12/5/25),menjelaskan jika serangan sudah merebak dan masif, maka akan butuh waktu lama untuk pemulihan. “Apalagi jika serangan sampai berulang sangat bahaya terhadap produksi,ujarnya.
Benget juga menambahkan bahwa salah satu hal yang perlu diwaspadai untuk jangka panjang adalah jika serangan ulat terjadi secara masif dan meluas, maka tanaman sawit akan butuh waktu lama melakukan pemulihan,bisa berbulan-bulan,bahkan jika sudah masuk ke fase kritis, perusahaan bisa mengalami nihil produksi atau gagal panen.
Ia juga mengungkapkan terkait anggaran untuk pemberantasan hama ulat dan sejenisnya yang digelontorkan oleh kantor pusat PTPN IV PalmCo sangat fantastis tidak terbatas. Namun, fakta di lapangan sangat jauh dari ekspektasi. “Masih banyak tanaman sawit di Regional-2 yang terserang ulat akibat kelalaian penanganan,” sebutnya.
Hingga berita ini diturunkan ke meja redaksi, pihak manajemen Unit Kebun Mayang Regional-2,belum memberikan tanggapan resmi ketika dikonfirmasi melalui Plt. Manajer Manutur Marpaung pada Senin (11/5/2025), yang bersangkutan tidak pernah memberikan tanggapan, bahkan sengaja memblokir nomor awak media.
Akibat dari kelalaian dan penanganan yang tidak maksimal oleh manajemen unit Kebun Mayang, dipastikan PTPN IV Palmco Regional-2 akan mengalami kerugian yang cukup besar.
Red/RG
















