Breaking News

Home / Finance

Kamis, 30 Oktober 2025 - 06:51 WIB

Kripto Anjlok Meski The Fed Turunkan Suku Bunga: Analisis Mendalam

warta-kota.com JAKARTA. Keputusan terbaru dari bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve atau yang lebih dikenal sebagai The Fed, untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) pada hari Rabu (29/10) lalu, ternyata tidak berdampak positif pada performa pasar kripto. Sebaliknya, pasar justru menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Coinmarketcap, pada hari Kamis (30/10/2025) pukul 12.07 WIB, terlihat bahwa kapitalisasi pasar kripto mengalami penurunan sebesar 0,92% secara harian, dan berada pada level US$ 3,76 triliun.

Pada saat yang sama, harga aset kripto unggulan, Bitcoin (BTC), mengalami penurunan sebesar 3,67% secara harian dan berada di posisi US$ 108.803, meskipun menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,05% dalam kurun waktu satu minggu.

IHSG Naik 0,08% ke 8.172,86 Sesi I Kamis (30/10), Top Gainers LQ45: GOTO, TOWR, INCO

Baca Juga  Strategi Investasi: Pilih Saham Semen Terbaik Walau Proyek Pemerintah Lesu

Hal serupa juga terjadi pada harga Ethereum (ETH), yang berada di posisi US$ 3.871, mengalami penurunan sebesar 3,68% dalam 24 jam terakhir, meskipun masih mencatatkan kenaikan sebesar 0,71% dalam satu minggu.

Christopher Tahir, Co-founder CryptoWatch dan Pengelola Channel Duit Pintar, memberikan analisis terkait melemahnya pasar kripto setelah pengumuman penurunan suku bunga oleh The Fed. Menurutnya, hal ini disebabkan oleh komentar yang kurang dovish dari Ketua The Fed, Jerome Powell.

“Situasi ini mengakibatkan pasar semakin pesimis terhadap peluang pemangkasan suku bunga lanjutan pada bulan Desember mendatang,” jelas Christopher saat dihubungi oleh Kontan pada hari Kamis (30/10).

Dengan demikian, tidak mengherankan jika pasar bereaksi negatif terhadap aset-aset berisiko, termasuk yang ada di pasar kripto.

Ke depan, Christopher memperkirakan bahwa pasar kripto memiliki potensi untuk didukung oleh likuiditas baru yang berasal dari investor ETF. Hal ini juga sejalan dengan berkurangnya aksi ambil untung yang dilakukan oleh investor lama di pasar kripto.

Baca Juga  Penculikan Kepala Cabang BRI: Modus Pemindahan Dana Rekening Dormant Terungkap!

“Namun, tampaknya sentimen ini juga tidak lagi sekuat sebelumnya,” tambahnya.

Oleh karena itu, selama sisa tahun ini, ia berpendapat bahwa belum ada narasi menarik yang dapat menarik perhatian investor.

Astra Agro Lestari (AALI) Cetak Kinerja Moncer per Kuartal III-2025, Ini Rinciannya

Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, Christopher memproyeksikan bahwa harga BTC dapat bergerak di sekitar level US$ 135.000, sementara ETH masih berpotensi mencapai level US$ 6.000.

“Saran bagi para investor saat ini adalah untuk mengurangi eksposur secara perlahan,” pungkas Christopher.

Share :

Baca Juga

Finance

Pendapatan Negara Sumut Tembus Rp4,97 Triliun di Kuartal Pertama 2025

Finance

Utang Pemerintah RI Naik Jadi Rp 9.138 T, Kemenkeu Klaim Aman Terkendali

Finance

Harga emas naik tipis pada perdagangan Rabu (10/12/2025) pagi

Finance

Perjanjian Dagang Internasional Picu Penurunan Penerimaan Negara? Ini Kata Kemenkeu

Finance

Bitcoin Siap Meroket? Analis Ungkap Prediksi Kenaikan Harga!

Finance

Mengapa tingkat penetrasi industri asuransi RI di bawah Malaysia

Finance

WEGE Raih Pendapatan Fantastis Rp543,26 Miliar di Kuartal Pertama 2025

Finance

Anjlok 50%! Kinerja Adaro Andalan Semester I-2025: Laba Bersih Menurun Drastis