Breaking News

Home / Finance

Rabu, 5 November 2025 - 04:51 WIB

Kospi Korea Anjlok Parah: Bursa Asia Tertekan Kekhawatiran Valuasi

warta-kota.com JAKARTA. Perdagangan saham di bursa-bursa Asia mengalami guncangan hebat pada hari Rabu, 5 November 2025. Pemicunya adalah kekhawatiran pasar mengenai reli saham berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dianggap telah memicu peningkatan valuasi hingga melampaui batas kewajaran.

Indeks Kospi Korea Selatan mencatatkan penurunan dramatis sebesar 6,2%, menjadi penurunan harian terbesar sejak Agustus 2024. Sementara itu, indeks saham negara berkembang Asia mengalami penurunan sebesar 2,6%, penurunan terburuk sejak bulan April.

Gelombang aksi jual membanjiri bursa-bursa regional setelah para petinggi dari Morgan Stanley dan Goldman Sachs menyatakan keraguan mereka atas keberlanjutan valuasi saham-saham teknologi global yang saat ini tergolong tinggi.

Pernyataan tersebut memicu aksi ambil untung secara besar-besaran, memperburuk sentimen pasar yang sebelumnya sudah cukup rentan akibat koreksi tajam yang terjadi di pasar kripto.

Bursa Asia Didominasi Pelemahan Pagi Ini (1/8), Kospi Terjun Bebas Hingga 3%

“Investor ritel dan hedge fund memiliki eksposur yang signifikan terhadap posisi beli di saham-saham teknologi secara global,” ungkap Jon Withaar, Senior Portfolio Manager di Pictet Asset Management, Singapura.

Baca Juga  BREAKING: Saham TGUK Dihentikan Sementara Perdagangannya di BEI!

“Komentar-komentar negatif terkait valuasi, ditambah dengan koreksi tajam di aset digital, memicu kepanikan di kalangan pelaku pasar.”

Indeks KOSPI, yang sebelumnya sempat melonjak 20% sejak awal Oktober, kini berbalik arah dengan penurunan yang cukup signifikan. Saham-saham perusahaan raksasa semikonduktor seperti Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing mengalami penurunan antara 8% hingga 9%, dengan Samsung mencatatkan kinerja terburuk dalam 15 bulan terakhir.

Nilai tukar won juga ikut melemah sebesar 0,6%, menyentuh level terendah sejak pertengahan April.

Di Taiwan, indeks acuan juga mengalami koreksi sebesar 2,6%, penurunan terburuk dalam tiga pekan terakhir, setelah mengalami reli lebih dari 10% pada bulan Oktober akibat euforia saham AI. Dolar Taiwan terus mengalami pelemahan selama enam sesi berturut-turut, mencapai level terendah sejak awal Mei.

AS-China Tegang, Bursa Asia Merosot ke Level Terendah 2 Pekan pada Selasa (14/10)

Sementara itu, di kawasan Asia Tenggara, tekanan serupa juga dirasakan. Indeks FTSE Straits Times Singapura mengalami penurunan sebesar 1%, tertekan oleh pelemahan saham-saham perbankan seperti DBS Group, OCBC, dan United Overseas Bank yang terkoreksi antara 0,5%–1,6%.

Baca Juga  Harga Tembaga Meroket: Kekhawatiran Pasokan Global Picu Kenaikan Signifikan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dan KLCI Malaysia masing-masing melemah sekitar 0,5%, sedangkan indeks acuan Filipina jatuh sebesar 1%.

Di pasar obligasi, imbal hasil (yield) Surat Utang Negara (SUN) 10 tahun Indonesia sedikit menurun ke level 6,153%, sementara inflasi tahunan Filipina tercatat sebesar 1,7% pada bulan Oktober. Bank sentral Malaysia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,75% hingga tahun 2026, berdasarkan jajak pendapat Reuters.

Gejolak yang terjadi di pasar saham Asia mengindikasikan meningkatnya sensitivitas investor terhadap isu valuasi, terutama setelah reli panjang yang didukung oleh ekspektasi pertumbuhan sektor teknologi.

Bursa Asia Dibuka Bervariasi Menjelang Batas Waktu Gencatan Tarif AS–China

Tekanan jual ini menandai dimulainya fase konsolidasi yang baru, di mana pelaku pasar mulai berhati-hati terhadap potensi koreksi yang lebih dalam di tengah ketidakpastian mengenai arah suku bunga global.

Share :

Baca Juga

Finance

Harga Emas Antam Tembus Rp1.914.000 per Gram, Lonjakan Rp24.000!

Finance

IHSG: Valuasi Menarik, Dividen Tinggi, Masih Layak Investasi?

Finance

Prospek Cerah: Yield SUN Turun, Pasar Obligasi Korporasi Bergairah

Finance

Aksi asing di saham big banks, keluar di BRI (BBRI) masuk ke Bank Mandiri (BMRI)

Finance

Strategi IPO BUMN: Dukungan Danantara Jadi Kunci Sukses di BEI?

Finance

JP Morgan Prediksi IHSG 10.000: Analisis Lengkap dan Faktor Pendorong

Finance

Lowongan Kerja Bank Indonesia: Syarat PCPM Angkatan 40 dan Jurusan yang Dibutuhkan

Finance

Harga Emas Antam dan Galeri24 Hari Ini: Turun Drastis!