Solok, Warta-kota.com,- Kabupaten Solok
Kisah pilu Nenek Jusmaniar (77 tahun) yang hidup sebatangkara di dalam rumah tua nyaris roboh dan sangat tidak layak huni menggugah empati berbagai pihak di Kabupaten Solok. Potret kondisi memprihatinkan ini pertama kali terekam dalam video singkat yang dibagikan Penjabat (PJ) Wali Nagari Muaro Paneh, Hariswandi, S.T., ke salah satu grup WhatsApp perangkat daerah.
Respons cepat pun langsung datang dari sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Solok. Dinas Sosial Kabupaten Solok menjadi yang pertama turun ke lokasi pada siang harinya, Senin 29/07/2025. Dengan membawa bantuan tanggap darurat, antara lain
“Paket kebutuhan pokok (beras, minyak goreng, sarden, mie instan)
○Perlengkapan penunjang seperti kasur, selimut, terpal, dan peralatan memasak”

Bantuan sembako dari dinas sosial kabupaten solok
Sekretaris Dinas Sosial, Beni Darwata, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk respon cepat terhadap situasi darurat yang dialami oleh nenek Jusmaniar.
“Kami berikan bantuan darurat untuk meringankan beban sementara. Selanjutnya, kami akan telusuri data kepesertaan bantuan sosial nenek, seperti BPJS/KIS, BPNT dan lainnya,” ujar Beni.
Tak berhenti di situ, Dinas Kawasan Permukiman dan Perumahan Rakyat (DKRPP) yang didukung oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD juga bergerak cepat menindaklanjuti. Menjelang malam, tim gabungan mendirikan tenda darurat yang digunakan sebagai hunian sementara bagi Nenek Jusmaniar, guna menjamin kenyamanannya sembari menunggu proses rehabilitasi rumah.

Tim langsung turun kelokasi mendirikan tenda walupun cuaca malam begitu dingin namun tetap memberikan yang terbaik buat nenek Jusmaniar
Menariknya, meski malam menjelang dan cuaca dingin mulai menusuk, Kepala DKRPP Khumaira, S.T. tetap berada di lokasi dan turut melakukan survei kondisi rumah. Ia tampak bekerja dengan tulus dan penuh empati, didampingi langsung oleh PJ Wali Nagari Hariswandi, S.T.
“Kami langsung ambil langkah cepat dan kita sudah melaporkan langsung sama bapak Bupati, InsyaAllah akan segera kita proses melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni, tentu berkoordinasi dengan Pemerintah Nagari,” ungkap Khumaira.
Menanggapi hal itu, Kepala DPRKPP menyatakan dukungannya siap siaga buat masyarakat kabupaten solok, sesuai arahan dari Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati Solok kita harus selalu berada di tengah-tengah masyarakat, kita bekerja untuk kepentingan masyarakat.
“Kami siap bekerja sama. Pemerintah hadir untuk memastikan seluruh masyarakat Kabupaten Solok dapat tinggal di hunian yang layak dan aman,” tutup Khumaira.

Tim BPBD yang terpantau di lapangan
Sementara itu, PJ Wali Nagari Muaro Paneh mengungkapkan bahwa pihaknya telah lebih dari sebulan mengirimkan surat permohonan bantuan ke BAZNAS Kabupaten Solok, namun belum ada aksi nyata meski survei telah dilakukan.
“Karena belum ada tindak lanjut dari BAZNAS, kami berinisiatif membagikan foto dan video ke grup WhatsApp. Alhamdulillah, langsung direspon cepat oleh Dinas Sosial dan DPRKPP,” ucap Hariswandi.
Ia menambahkan, pihak Nagari kini tengah menyusun rencana aksi kepedulian bersama, melibatkan warga dan unsur terkait untuk bergotong royong mempercepat proses rehabilitasi rumah, terutama jika tersedia bantuan bahan bangunan.

Kondisi dalam rumah Nenek Jusmaniar
Bupati Solok Jon Firman Pandu, menyampaikan bahwa kita harus siap untuk memberikan kesejahteraan dan pelayanan buat masyarakat kabupaten solok, yang terpenting harus kita jalin komunikasi yang baik, mulai dari masyarakat ke nagari dan wali nagari berkoordinasi dengan dinas terkait yang berhubungan dengan yang di keluarkan atau yang di butuhkan masyarakat.
Dalam tangap cepat yang di dilakukan oleh Dinas DPRKPP dan Dinas Sosial serta BPBD yang di dampingi wali nagari setempat, kami selaku kepala daerah mengucapkan terimakasih atas kerja nyata, dan Opd tersebut sudah berkoordinasi dengan saya dan saya sampaikan lakukan yang terbaik buat masyarakat kita” Papar Bupati
**(PB07)
















