Breaking News

Home / Technology

Senin, 19 Mei 2025 - 08:22 WIB

Kesepakatan AI Apple-Alibaba: AS Khawatir Dominasi iPhone di China

warta-kota.com JAKARTA — Kerja sama Apple dan Alibaba yang akan mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) Alibaba ke iPhone di pasar China telah menarik perhatian serius Pemerintah Amerika Serikat dan anggota Kongres.

Pejabat Gedung Putih dan anggota House Select Committee on China telah meminta klarifikasi langsung dari petinggi Apple. Pertanyaan utama mereka berfokus pada jenis data yang akan dibagi dengan Alibaba dan komitmen Apple terhadap regulasi China.

Namun, laporan menyebutkan para eksekutif Apple belum mampu memberikan jawaban memuaskan atas sebagian besar pertanyaan tersebut.

: Trump Ketar-ketir Minta Apple Setop Rakit iPhone di India

Mengutip Techcrunch, Senin (19/5/2025), kekhawatiran utama AS terletak pada potensi peningkatan kemampuan AI Alibaba dan perluasan jangkauan chatbot yang rentan terhadap sensor pemerintah China.

Selain itu, kesepakatan ini dianggap meningkatkan paparan Apple terhadap regulasi sensor dan kebijakan data China, sehingga meningkatkan risiko keamanan nasional dan privasi pengguna.

Baca Juga  PADA Raih Pendapatan Berulang dari Proyek Internet Rakyat

: : Luxsan Jadi Vendor Apple di Batam, Rencana Produksi Akhir 2025

Wakil Raja Krishnamoorthi, anggota senior House Permanent Select Committee on Intelligence, menyebut Alibaba sebagai “contoh nyata strategi fusi militer-sipil Partai Komunis China” dan menggarisbawahi keprihatinan mendalam atas kurangnya transparansi Apple mengenai detail perjanjian tersebut.

Hingga kini, hanya Alibaba yang secara terbuka mengkonfirmasi kerja sama ini, sementara Apple masih belum mengeluarkan pernyataan resmi.

: : Apple Gandeng Anthropic Kembangkan Vibe Coding Berbasis AI, Ada Sentuhan Google?

Kolaborasi ini sangat penting bagi Apple, mengingat China merupakan pasar terbesar kedua mereka. Tanpa mitra AI lokal seperti Alibaba, iPhone berisiko tertinggal dari kompetitor domestik seperti Huawei dan Xiaomi yang telah menawarkan fitur AI canggih.

Sebelum memilih Alibaba, Apple juga sempat menjajaki kerja sama dengan perusahaan teknologi China lainnya seperti Baidu, Tencent, dan DeepSeek.

Baca Juga  Heboh! Tiket Indonesia vs China Ludes Terjual Hanya 5,5 Jam: Reaksi Media Vietnam

Di sisi lain, pejabat AS khawatir kerja sama ini akan memperkuat dominasi Alibaba di bidang AI dan memberi pemerintah China akses lebih luas ke data pengguna serta kemampuan untuk menyensor konten pada perangkat iPhone.

Kekhawatiran ini muncul di tengah persaingan teknologi dan geopolitik AS-China, dengan AI sebagai pilar utama kekuatan masa depan, termasuk dalam konteks militer.

Kegagalan kesepakatan berpotensi membuat Apple kehilangan pangsa pasar di China, yang menyumbang hampir 20% dari total penjualannya. Namun, jika dilanjutkan tanpa kejelasan perlindungan data dan transparansi, Apple dapat menghadapi tekanan lebih besar dari regulator dan pembuat kebijakan AS.

Kesepakatan Apple-Alibaba menggambarkan kompleksitas persimpangan antara inovasi teknologi, kepentingan bisnis global, dan isu keamanan nasional yang semakin menonjol di era persaingan AI antara dua kekuatan ekonomi dunia.

Share :

Baca Juga

Technology

Reset Algoritma Instagram: 2 Cara Dapatkan Konten Sesuai Minatmu

Technology

Saham Tesla melonjak usai kabar robotaxi tanpa pengemudi

Technology

Hapus 15 Aplikasi M-Banking Berbahaya Ini Sebelum Terlambat

Technology

Samsung Galaxy A06 5G vs Redmi 13: Perbandingan Spesifikasi dan Harga Terlengkap

Technology

Serangan Ransomware Baru: Langsung Sasar Prosesor, Ini Bahayanya!

Technology

Samsung Galaxy A Series Lama: Tak Dapat Update One UI 7? Daftar HP yang Terkena Dampak

Technology

Oppo A5 5G, A5 4G, dan A5x: Perbandingan Chipset dan Spesifikasi Lengkap

Technology

Xiaomi Civi 5 Pro Resmi Meluncur di Cina: Spesifikasi dan Fitur Unggulannya