PANDEGLANG, Kamis (22/8/2024) Warta Kota.com – Informasi terkait Gempa Megathrust Selat Sunda dengan magnitudo besar bisa menyebabkan tsunami sampai Jakarta. Pernyataan tersebut merespon dari peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) soal potensi gempa besar yang disebabkan oleh Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut.
Hal ini membuat rasa khawatir bagi sebagian masyarakat didaerah pesisir pantai, tak terkecuali dari celoteh beberapa warga yang mendiami wilayah pantai Teluk Kecamatan Labuan, daerah pesisir pantai Desa Cigondang, hingga sebagian warga yang menempati daerah pantai Carita, Kecamatan Carita, Pandeglang, Banten.
Menyikapi demikian, Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Labuan, Asep Sulaeman,SE,MM memberikan tanggapannya terkait alat pendeteksi dini tsunami yang berada diwilayahnya.
” Dilokasi DKP Labuan berdiri menara Sirine sebagai alat peringatan dini terhadap sinyal bencana tsunami,” ucap Asep Sulaeman saat dikonfirmasi media.
Kamis, 22/8/2024.
Selanjutnya ia mengatakan, menara sirine secara berkala selalu di cek kelayakannya oleh pihak BMKG, sebagai kegiatan rutin dan antisipasi terhadap peringatan dini dikala terjadi bencana tsunami.
” Alat ini masih berfungsi dengan baik, setiap awal bulan dicek peralatannya oleh BMKG, dan setiap tanggal 26 jam 10 alat ini dibunyikan sebagai uji kelayakannya,” terangnya.
Ia menambahkan, jangkauan suara dari menara sirine tersebut bisa terdengar oleh warga sepanjang radius 2 km, sehingga warga yang mendengar bisa mempersiapkan diri menuju jalur evakuasi saat terjadi bencana tsunami.
Menurutnya, masyarakat sekitar sudah terbiasa dan mengetahui setiap bulan pertanggal 26, sekitar pukul 10 telah sering mendengar alat tersebut berbunyi, ia mengatakan bahwa warga merasa terbantu oleh nya.
” Untuk masyarakat sekitar kita harus tetap hati-hati dan waspada, karena memang bencana alam atau megathrust ini kita tidak tau, silahkan informasi bisa melihat, mendengar dari media, tetapi untuk hal alat peringatan dini ini insya Allah akan tetap berbunyi,” pungkasnya.
Reporter : yona















