Breaking News

Home / Finance

Rabu, 14 Mei 2025 - 18:53 WIB

Keluarga Widjaja Tingkatkan Tawaran Akuisisi Sinarmas Land Setelah Kritik Pemegang Saham

warta-kota.com   SINGAPURA. Lyon Investments, milik keluarga Widjaja, meningkatkan penawaran akuisisi Sinarmas Land. Pada 10 Mei 2025, tawaran dinaikkan 21%, menjadi 37,5 sen per saham.

Kenaikan ini merupakan respons terhadap protes pemegang saham minoritas yang menganggap tawaran awal 31 sen per saham terlalu rendah.

Reaksi pasar positif. Saham Sinarmas Land melonjak sekitar 17%, mencapai 38 sen pada perdagangan 13 Mei di Bursa Efek Singapura (SGX).

Dengan penawaran baru ini, nilai total akuisisi mencapai sekitar 1,6 miliar dolar Singapura. Lyon Investments, perusahaan yang dikendalikan keluarga Widjaja—salah satu keluarga terkaya di Indonesia—juga memperpanjang tenggat waktu penawaran, dari 14 Mei menjadi 29 Mei 2025.

Keluarga Widjaja Tingkatkan Tawaran Akuisisi Sinarmas Land Setelah Kritik Pemegang Saham

Sinarmas Land, pengembang properti besar di Indonesia, merupakan bagian dari konglomerat Sinarmas. Konglomerat ini juga menaungi Golden Agri-Resources, perusahaan yang terdaftar di SGX.

Hingga 9 Mei, Lyon Investments telah mengamankan persetujuan dari pemegang saham yang menguasai 23,85% saham Sinarmas Land. Dengan tambahan saham yang telah dimiliki sebelumnya, Lyon Investments kini mengendalikan 94,15% perusahaan.

Baca Juga  Rabu Kelabu: Asing Lepas Saham Jumbo Rp 1,39 Triliun, Ini Daftar Lengkapnya!

Kepemilikan yang signifikan ini membuat saham publik Sinarmas Land di bawah 10%, membuka peluang penghentian perdagangan di SGX sesuai peraturan yang berlaku.

Tawaran awal privatisasi Sinarmas Land diajukan pada 27 Maret 2025 dengan harga 31 sen per saham, atau total 1,32 miliar dolar Singapura. Alasannya, rendahnya likuiditas perdagangan saham perusahaan.

Pemegang saham yang telah menerima tawaran awal otomatis akan mendapatkan harga penawaran yang lebih tinggi tanpa perlu tindakan tambahan.

Kekayaan Keluarga Widjaja: Sumber Keberhasilan di Puncak Daftar Orang Terkaya

Penyesuaian harga tawaran dilakukan setelah evaluasi oleh penasihat keuangan independen (IFA), W Capital Markets. IFA menilai tawaran tersebut “tidak adil, tetapi wajar”, dengan nilai saham Sinarmas Land diestimasi antara 35 hingga 36,1 sen per saham.

Aturan pencatatan mensyaratkan penawaran delisting harus “adil dan masuk akal”, serta disetujui minimal 75% pemegang saham independen dalam rapat umum luar biasa. Suatu penawaran dianggap “adil” jika nilainya sama dengan atau melebihi nilai saham yang ditawarkan.

Dalam mengevaluasi kewajaran, IFA mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk konsentrasi hak suara, likuiditas saham, dan potensi penawaran alternatif.

Baca Juga  Toyota Akuisisi Saham Astra Digital Mobil: Perkuat Dominasi Pasar Mobil Bekas

Sebelumnya, Asosiasi Investor Sekuritas Singapura (SIAS), pada 5 Mei, menyampaikan keberatan dari banyak pemegang saham minoritas terhadap harga awal 31 sen, yang dianggap terlalu rendah dan eksploitatif.

Forbes: Kekayaan Keluarga Widjaja Meningkat Pesat di Tahun 2024

SIAS mencatat nilai aset bersih per saham Sinarmas Land per 31 Desember 2024 sekitar 85 sen, sehingga tawaran awal mencerminkan diskon hingga 63,6%. SIAS juga mempertanyakan metodologi penilaian yang digunakan IFA.

Menanggapi hal tersebut, W Capital Markets menyatakan pada 6 Mei bahwa metodologi penilaiannya sesuai dan konsisten dengan praktik industri umum.

Akuisisi Sinarmas Land terjadi di tengah tren meningkatnya privatisasi perusahaan di tahun 2025. Setidaknya sembilan perusahaan lain telah mengumumkan rencana delisting, termasuk SLB Development, PEC, Sin Heng Heavy Machinery, Econ Healthcare, Murata Manufacturing, ICP, Amara Holdings, Procurri Corp, dan Ban Leong Technologies.

Prudential Plc Mempertimbangkan Pelepasan Saham Minoritas Eastspring Investments

Sementara itu, dua perusahaan lain, Japfa dan Paragon Real Estate Investment Trust, telah menerima tawaran akuisisi privat.

Share :

Baca Juga

Finance

Desakan DPR AS: Hapus Saham Alibaba dan Perusahaan China Lainnya dari Bursa

Finance

Harga Emas Antam Melonjak Rp2.000, Tembus Rp1.886.000 per Gram

Finance

Harga Emas Meroket: Sentimen The Fed Dorong Rekor Tertinggi!

Finance

BBCA: Valuasi Menarik, Ini Rekomendasi Saham Terbaru dari Analis

Finance

Mobil Dinas Ridwan Kamil Disita KPK: Hilang dari LHKPN, Kini di Bengkel

Finance

China Akhiri Larangan Impor Pesawat Boeing: Dampaknya pada Industri Penerbangan Global

Finance

KTT APEC Dibuka: Peluang Emas Redam Ketidakpastian Ekonomi Global?

Finance

Saham SKRN dan HOMI Disuspensi BEI Akibat Lonjakan Harga Drastis