Lebak – Warga Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mendesak pemerintah agar segera melakukan tindakan-tindakan konkret terkait pembangunan jembatan gantung yang hingga kini belum juga terealisasi.
Jembatan gantung tersebut dinilai sangat vital bagi aktivitas masyarakat sehari-hari, terutama sebagai akses utama penghubung antarwilayah desa. Selain mempermudah mobilitas warga, jembatan juga berperan penting dalam menunjang kegiatan ekonomi, pendidikan, serta akses pelayanan kesehatan.
Jembatan gantung yang berada di Desa Sukajadi, Kecamatan Panggarangan, yang menjadi penghubung antar kampung (kp), saat ini dilaporkan mengalami kerusakan parah. Kondisi tersebut sangat memprihatinkan karena jembatan tersebut merupakan akses jalan alternatif utama bagi masyarakat, khususnya para pelajar.
Akibat rusaknya jembatan gantung tersebut, aktivitas warga menjadi terganggu. Lebih parah lagi, para pelajar yang menempuh pendidikan di SMPN 1 Panggarangan dan SMAN 1 Panggarangan terpaksa harus menggunakan jalur lain yang jaraknya jauh lebih panjang. Hal ini tentu berdampak pada waktu tempuh, tenaga, serta keselamatan para siswa saat berangkat dan pulang sekolah.
Jembatan ini adalah kebutuhan mendesak masyarakat. Kami berharap pemerintah benar-benar mendengar aspirasi warga dan segera merealisasikannya,” ungkap salah satu warga Desa Sukajadi.
Masyarakat Desa Sukajadi menegaskan akan terus menyuarakan aspirasi ini hingga pembangunan jembatan gantung benar-benar terwujud demi keselamatan dan kesejahteraan bersama.
Warga setempat berharap agar pemerintah kabupaten hingga instansi terkait segera turun tangan untuk melakukan perbaikan. Pasalnya, selain membahayakan keselamatan pengguna, jembatan gantung tersebut memiliki peran vital sebagai penghubung antar kampung dan penunjang aktivitas pendidikan.
Masyarakat Desa Sukajadi mendesak adanya perhatian serius dan langkah cepat dari pihak berwenang agar akses jembatan dapat kembali digunakan dengan aman dan layak, demi kelancaran aktivitas warga dan masa depan pendidikan para pelajar.
“Tri”















