Breaking News

Home / Finance

Senin, 10 November 2025 - 18:51 WIB

Ini Progres Proyek Tambang Emas Pani dari Merdeka Gold Resources (EMAS)

warta-kota.com JAKARTA. PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) baru-baru ini mengumumkan pencapaian kinerja operasional yang menggembirakan hingga triwulan ketiga tahun 2025.

 

Dalam periode tersebut, EMAS menorehkan sejumlah pencapaian penting, termasuk kemajuan signifikan dalam pembangunan proyek strategis Tambang Emas Pani, keberhasilan melantai di Bursa Efek Indonesia melalui penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO), serta peningkatan substansial pada volume cadangan bijih emas yang dimiliki.

Tambang Emas Pani, yang terletak strategis di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, diharapkan menjadi motor penggerak operasi emas utama Grup Merdeka, meneruskan kesuksesan Tambang Emas Tujuh Bukit. Proyek Pani diproyeksikan menjadi salah satu tambang emas primer dengan skala terbesar di seluruh Indonesia.

Hingga akhir kuartal III-2025, progres konstruksi proyek Tambang Emas Pani telah mencapai angka 83% secara keseluruhan, dan tetap berada di jalur yang sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Aktivitas penambangan secara resmi dimulai pada tanggal 1 Oktober 2025, dan dilanjutkan dengan pelaksanaan first blasting pada tanggal 15 Oktober 2025.

Boy Thohir Kembali ke Merdeka Gold Resources (EMAS), Buyback 1,3 Juta Saham

Selain itu, PT PLN telah berhasil menyuplai daya listrik bertegangan 150 kV pada tanggal 1 Oktober 2025, yang memungkinkan dimulainya pengujian operasional Pabrik Pengolahan Bijih (Ore Processing Plant).

Baca Juga  IHSG Melesat: Dampak Positif Kesepakatan Dagang RI-Uni Eropa Terhadap Pasar Saham

Berdasarkan estimasi terkini mengenai cadangan bijih yang diperbarui hingga Oktober 2025, Tambang Emas Pani tercatat memiliki sumber daya yang sangat signifikan, yaitu 190,3 juta ton bijih yang mengandung estimasi 4,8 juta ons emas dan 4,9 juta ons perak.

EMAS memperkirakan bahwa fase penumpukan bijih pertama akan dimulai pada bulan November 2025. Sementara itu, target produksi emas perdana tetap konsisten, yaitu pada kuartal pertama tahun 2026.

Presiden Direktur EMAS, Boyke Poerbaya Abidin, menyampaikan bahwa proses pembangunan Tambang Emas Pani terus berlangsung dengan mengedepankan aspek keamanan, efisiensi, dan sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.

Dengan dimulainya operasional penambangan serta target produksi emas pertama yang dijadwalkan pada awal tahun 2026, EMAS berada pada posisi yang strategis untuk menjadi salah satu produsen emas terkemuka di Indonesia.

Keberhasilan IPO yang diraih oleh EMAS memberikan fleksibilitas finansial yang signifikan bagi perusahaan untuk merampungkan pembangunan proyek Pani serta mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

  EMAS Chart by TradingView  

“Hingga saat ini, EMAS telah menginvestasikan dana sebesar US$ 208,7 juta untuk pengembangan proyek strategis Tambang Emas Pani,” ungkap Boyke dalam keterangan pers yang diterima oleh redaksi Kontan pada hari Senin, 10 November 2025.

Baca Juga  BEI Pangkas Target IPO: Analis Ungkap Strategi Investasi Cerdas

Selama periode kuartal yang berjalan, pembangunan fasilitas heap leach, pabrik Adsorption, Desorption, and Recovery (ADR), serta infrastruktur pendukung operasional tambang secara keseluruhan telah mencapai tingkat penyelesaian sebesar 83%. Proses uji coba operasional (commissioning) telah dimulai sejak awal Oktober, didukung oleh pasokan listrik yang stabil dari jaringan PLN.

EMAS juga menegaskan komitmennya yang kuat terhadap penerapan prinsip-prinsip Environment, Social, and Governance (ESG), selaras dengan nilai-nilai keberlanjutan yang dianut oleh perusahaan induknya, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA).

Operasi Tambang Emas Pani telah mencatat prestasi gemilang dengan mencapai 15,5 juta jam kerja tanpa adanya insiden cedera yang mengakibatkan hilangnya waktu kerja atau Lost Time Injury (LTI).

Pada tahapan selanjutnya, Tambang Emas Pani akan mulai memanfaatkan pasokan listrik dari sumber energi terbarukan melalui implementasi skema Sertifikat Energi Terbarukan atau Renewable Energy Certificate (REC) yang diperoleh dari PLN.

Boyke menegaskan bahwa perusahaannya tidak hanya berkomitmen pada operasi yang efisien dan menguntungkan, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab, keselamatan dan kesehatan para karyawan, kontribusi positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar, serta penerapan standar tata kelola perusahaan yang tertinggi.

Share :

Baca Juga

Finance

ANTM Berpeluang Masuk Indeks MSCI: Analisis Lengkap dan Prospeknya

Finance

IHSG berpotensi konsolidasi pada Senin (15/12), cek rekomendasi sahamnya

Finance

IHSG menguat 0,42% ke 8.645 pada Senin (22/12), BUMI, INCO, ADMR top gainers LQ45

Finance

Atur Keuangan Rumah Tangga: 4 Tips Jitu Sukses Kelola Uang Bersama Pasangan

Finance

Ketegangan Dagang AS-China Picu Penurunan Harga Kripto Signifikan

Finance

Rekomendasi Saham CPIN, INKP, TLKM, UNTR: Analisis Lengkap 4 September 2025

Finance

IHSG Menguat ke 8.405: BUMI, DSSA, BRPT Pimpin Kenaikan LQ45 Hari Ini

Finance

BI Diminta Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen: Analisis dan Dampaknya