Breaking News

Home / Finance

Minggu, 2 November 2025 - 10:53 WIB

Indofood Catat Penurunan Laba Meski Penjualan Kuartal III 2025 Meningkat

warta-kota.com JAKARTA. Kabar terbaru dari perusahaan konsumer terkemuka, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), menunjukkan bahwa emiten dari grup Salim ini mengalami penurunan laba bersih, meskipun penjualan mengalami peningkatan selama periode Januari hingga September 2025.

Berdasarkan laporan keuangan yang baru-baru ini dipublikasikan, Indofood berhasil mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 90,98 triliun hingga akhir September 2025. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,64% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, yang tercatat sebesar Rp 86,94 triliun.

Peningkatan volume penjualan ini mengindikasikan adanya permintaan yang stabil dari berbagai lini bisnis yang dimiliki oleh Indofood. Sebagai contoh, segmen produk konsumen bermerek mencatatkan angka Rp 56,4 triliun, meningkat dari Rp 55,56 triliun. Sementara itu, segmen Bogasari juga mengalami kenaikan menjadi Rp 22,83 triliun dari sebelumnya Rp 22,82 triliun. Segmen agribisnis menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, melonjak dari Rp 11,23 triliun menjadi Rp 14,88 triliun, dan segmen distribusi mencatatkan angka Rp 5,57 triliun, naik dari Rp 5,3 triliun.

Walaupun penjualan bersih mengalami peningkatan, beban pokok penjualan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 60,72 triliun, dibandingkan dengan Rp 57,25 triliun pada periode sebelumnya. Akibatnya, laba bruto Indofood hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 1,9%, menjadi Rp 30,26 triliun dibandingkan dengan Rp 29,69 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Emiten Grup Salim (INDF) dan (ICBP) Catat Kinerja Moncer, Ini Catatan Analis

Dari sisi efisiensi operasional, terlihat bahwa beban umum dan administrasi berhasil ditekan menjadi Rp 3,88 triliun dari Rp 4,11 triliun. Di sisi lain, beban penjualan dan distribusi relatif stabil di angka Rp 9,35 triliun. Dengan pengelolaan yang efisien, Indofood mampu mencatatkan laba usaha sebesar Rp 18,10 triliun, menunjukkan pertumbuhan sebesar 12,4% dari Rp 16,09 triliun.

Baca Juga  Strategi Jitu Alokasi Portofolio Investasi Anda di Tahun 2025

Namun demikian, kinerja pada bagian bawah laporan keuangan tertekan oleh peningkatan beban keuangan yang signifikan, mencapai Rp 4,55 triliun, naik dari Rp 2,79 triliun pada tahun sebelumnya. Setelah ditelusuri lebih lanjut, diketahui bahwa beban keuangan ini terutama disebabkan oleh selisih nilai tukar mata uang asing dari aktivitas pendanaan, yang mencapai Rp 1,59 triliun per akhir September 2025.

Setelah mempertimbangkan seluruh pendapatan dan beban, laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp 14,69 triliun, mengalami penurunan sebesar 7,2% dibandingkan dengan Rp 15,84 triliun pada September 2024. Sementara itu, laba periode berjalan tercatat sebesar Rp 11,37 triliun, melemah 7,5% secara *year-on-year* (yoy) dari Rp 12,28 triliun.

Dengan demikian, total laba periode berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk, atau yang lebih dikenal sebagai laba bersih perusahaan, tercatat sebesar Rp 7,88 triliun pada kuartal III-2025, turun 10% dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai Rp 8,76 triliun.

Penurunan Harga Gandum Jadi Katalis Positif, Cermati Rekomendasi Saham INDF dan ICBP

Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood, Anthoni Salim, menjelaskan bahwa penurunan laba bersih ini terutama disebabkan oleh depresiasi nilai tukar rupiah.

Baca Juga  Daftar Saham Paling Cuan Sepekan: FPNI, UVCR, GMTD Pimpin Top Gainers!

“Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan sebesar 10%, terutama disebabkan oleh depresiasi rupiah yang menyebabkan kerugian selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan,” ungkap Anthoni Salim dalam keterangan resminya pada Jumat (31/10/2025).

Ke depannya, Anthoni Salim menyatakan bahwa perusahaannya akan terus berupaya untuk menghasilkan pertumbuhan secara organik, serta menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dengan profitabilitas dan neraca keuangan yang sehat.

“Selama sembilan bulan pertama tahun ini, Indofood berhasil mempertahankan kinerja yang positif, yang didukung oleh model bisnis yang terintegrasi secara vertikal,” tambahnya.

Dari sisi neraca, INDF mencatatkan total aset sebesar Rp 214,46 miliar pada kuartal III-2025, mengalami peningkatan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp 201,71 miliar.

Total liabilitas perusahaan tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp 98,28 triliun pada kuartal III-2025, dari sebelumnya Rp 92,72 triliun pada akhir Desember 2024. Sementara itu, total ekuitas perusahaan juga mengalami kenaikan menjadi Rp 116 triliun, dari Rp 108,99 triliun pada akhir tahun 2024.

INDF juga melaporkan saldo kas dan setara kas pada akhir periode sebesar Rp 42,93 triliun pada akhir September 2025, mengalami peningkatan dari posisi yang sama sebelumnya yang sebesar Rp 30,99 triliun.

Share :

Baca Juga

Finance

Low Tuck Kwong: Analisis Mendalam Saham dan Kinerja Perusahaan

Finance

Saham MAPI: Analis Ungkap Peluang di Tengah Pemulihan Ekonomi

Finance

Rekomendasi Saham Pilihan 24 Oktober: Analisis Teknikal Ungkap Potensi Blue Chip

Finance

The Fed’s Sinyal: Dolar AS Lesu, Yen Jepang Menguat! Peluang Untung atau Rugi?

Finance

Kiwoom Sekuritas Ungkap 7 Sektor Saham Potensial Kuartal IV: Cek Daftarnya!

Finance

Saham TRUE Disuspensi BEI: Analisis dan Rekomendasi Investasi Terbaru

Finance

Investasi Valas Asia: Amankah di Tengah Perang Dagang? Mata Uang Terbaik untuk Dikoleksi

Finance

Harga Emas Antam Anjlok ke Rp1,91 Juta: Cek Rincian Penurunannya