
warta-kota.com – Andrea Iannone kembali menjadi sorotan. Pembalap yang dulu dikenal sebagai rival sengit Marc Marquez ini secara mengejutkan mendaftarkan diri di WorldSBK bersama tim yang masih dalam tahap pembentukan.
Keputusan berani Marc Marquez untuk meninggalkan tim pabrikan kaya raya dan bergabung dengan tim satelit Ducati pada tahun 2023, kini tampaknya memiliki “kembaran” dalam hal keberanian.
Perlu diingat, strategi yang diambil oleh si Semut dari Cervera terbukti berhasil dengan gemilang.
Marquez berhasil memenangkan balapan lagi, kembali direkrut oleh tim pabrikan (kali ini Ducati), dan meraih gelar juara setelah kariernya sempat terlihat di ujung tanduk beberapa tahun sebelumnya.
Kini, giliran Iannone, yang merupakan pesaing beratnya sejak Moto2 hingga MotoGP, mengambil langkah berani untuk kembali meraih kejayaan.
Merasa tidak puas dengan fasilitas yang ditawarkan pada tahun 2026, Iannone memutuskan untuk meninggalkan tim PATA Go Eleven, yang juga menggunakan motor Ducati.
WorldSSP 2026 – Tim Lama Pindah ke China, Aldi Satya Mendapatkan Tim Yamaha Baru Bersama Juara Moto3
“Saya sudah tidak berada di usia di mana saya bisa berkompromi,” ujar The Maniac dalam siniar The BSMT by Gianluca Gazzoli.
“Saya tidak ingin lagi membuang waktu. Saya bukan pembalap yang membutuhkan pengalaman, sehingga bisa merasa puas dengan hal-hal tertentu.”
“Saya siap, dan jika ada kesempatan, saya harus berada di sana, berjuang untuk meraih kemenangan,” tegas pembalap berusia 37 tahun tersebut.
Iannone sempat memenangkan balapan WorldSBK pada tahun 2024, yang merupakan musim pertamanya setelah menjalani larangan balapan selama empat tahun akibat kasus doping.
Namun, perkembangannya kemudian mengalami stagnasi. Ketika kariernya tampak meredup karena tidak memiliki tim, ia tiba-tiba muncul dalam daftar peserta sementara WorldSBK 2026.
Iannone muncul dengan tim baru bernama Cainam, yang jika dibalik urutan hurufnya menjadi Maniac, julukannya sendiri. Tim tersebut bernama Cainam Racing Team.
Informasi selanjutnya adalah motor yang akan digunakan, yaitu Ducati Panigale V4R.
Sebuah unggahan dengan pesan “Kami Datang” dari akun media sosial Cainam yang baru dibuat menjadi petunjuk lain terkait rencana Iannone.
Seperti yang dilaporkan BolaSport.com dari MOWmag.com, Iannone akan menghadapi tantangan besar dengan timnya sendiri.
Motor Ducati miliknya diperkirakan baru akan siap pada bulan April 2026. Padahal, WorldSBK sudah mengadakan tes pramusim pada bulan Februari dan seri pertama di bulan yang sama.
Sementara Paddock-GP menjelaskan bahwa motor Ducati tim Iannone harus mengantre karena ia terlambat melakukan pemesanan dan pembayaran.
Batas waktu pemesanan untuk motor Panigale V4R edisi 2026 adalah bulan Juli lalu, sedangkan batas waktu pembayarannya adalah akhir Oktober lalu.
Cainam bukan satu-satunya pelanggan Panigale baru. Ducati juga harus menyediakan motor untuk tim pabrikan Aruba dan tim satelit Barni, yang masing-masing memiliki dua pembalap.
Oleh karena itu, Iannone harus menyewa motor uji coba dari Ducati hingga motor balapnya siap digunakan.
Tentu saja, mengikuti balapan bukan hanya tentang motor dan pembalap.
Masih ada pertanyaan lain yang belum terjawab mengenai struktur organisasi tim, siapa saja anggota kru, hingga infrastrukturnya.
Pertanyaan lain yang muncul adalah mengenai dukungan finansial yang akan didapatkan.
Menurut Paddock-GP, anggaran untuk sebuah tim dengan satu pembalap di WorldSBK setidaknya mencapai 1,5 juta euro atau sekitar 28 miliar rupiah.
Kabarnya, sponsor tim juga bernama Cainam, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jual beli aset digital yang berbasis di New York, Amerika Serikat.
Mungkinkah Iannone akan meraih kesuksesan yang diidamkan dengan langkah “gilanya” kali ini?
Baru Juga Menetapkan Target Juara, Aprilia Berpotensi Dilemahkan Melalui Rancangan Aturan Baru MotoGP















