Breaking News

Home / Travel

Kamis, 22 Mei 2025 - 00:52 WIB

Geopark Kaldera Toba Dapat Kartu Kuning UNESCO: Penyebab dan Penjelasan Lengkap dari Kemenpar

warta-kota.com Geopark Kaldera Toba di Sumatera Utara menerima peringatan, atau kartu kuning, dari UNESCO Global Geopark pada sidang September 2023. Peringatan ini diberikan karena belum terpenuhinya kriteria yang telah ditetapkan.

Menurut Hariyanto, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, peringatan tersebut bukanlah sertifikat atau dokumen formal. “Kartu kuning” ini berarti masa revalidasi diperpanjang dua tahun, dengan fokus pada peningkatan visibilitas geosite. Tujuannya agar masyarakat lebih mengenal dan memahami Geopark Kaldera Toba, jelasnya, seperti dikutip dari Antara, Rabu (21/5/2025).

Baca juga:

  • Kaldera Toba Kena Kartu Kuning UNESCO, Kemenpar Panggil Pengelola Geopark
  • Kena Peringatan UNESCO, Pengelola Kaldera Toba Janji Berbenah dalam 2 Bulan

Pengelolaan yang kurang optimal menjadi penyebab utama pemberian kartu kuning ini. UNESCO menilai kurangnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam pengelolaan geopark, serta minimnya keterlibatan masyarakat lokal dalam aktivitas edukatif dan pariwisata berkelanjutan.

Baca Juga  Airbnb Rilis Dua Fitur Baru: Liburan Makin Berkesan dan Tak Terlupakan

Selain itu, standar penyampaian informasi di setiap situs geologi belum memadai, begitu pula fasilitas pendukung di geopark. Penelitian berkelanjutan di situs geologi, peningkatan kerja sama antar lembaga terkait, dan peningkatan edukasi mengenai aspek geologi, biologi, dan budaya juga sangat dibutuhkan.

Baca juga: 4 Penginapan di Danau Toba, Suasana Tenang Dikelilingi Perbukitan

Kurangnya partisipasi aktif Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark dalam forum regional dan internasional UNESCO juga menjadi catatan penting. Meskipun penting, partisipasi ini memerlukan dukungan anggaran yang signifikan, seperti contohnya partisipasi dalam agenda September 2025 di Chile, serta pelatihan rutin di Maroko, Yunani, Perancis, dan Jepang.

Baca Juga  Syahrini Dapat Penghargaan dari United Society Council: Beda UNESCO PBB? Ini Penjelasannya

Baca juga: Kemenpar Minta Kaldera Toba Dikelola Hati-hati Sesuai Standar UNESCO

Biaya pengiriman perwakilan untuk pelatihan di luar negeri juga cukup besar. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, dan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark berkomitmen melakukan pembenahan untuk mengembalikan status Geopark Kaldera Toba menjadi “kartu hijau”.

Selain Geopark Kaldera Toba, beberapa geopark lain juga menerima kartu kuning, di antaranya Gua Zhijindong (China), Taman Nasional Regional Luberon (Prancis), Madonie (Italia), dan Colca y Volcanes de Andagua (Peru).

Baca juga: Jalan Tol Diperlukan untuk Akses Wisata ke Toba dan Samosir

Baca juga: Tempat Wisata Ini Tawarkan Kuliner Zero Waste di Tepi Danau Toba

Share :

Baca Juga

Travel

Pesona Wisata Alam Jepara: Rumah Pohon Menawan 50 Km dari Kota

Travel

LEGOLAND Shanghai: Resort Terbesar Dunia Resmi Dibuka Juli 2025

Travel

Jelajahi 7 Spot Tersembunyi “Little Europe” di Asia: Sensasi Prancis & Italia

Travel

10 Destinasi Wisata Bukittinggi: Wajib Dikunjungi Saat Liburan Anda

Travel

10 Destinasi Wisata Keluarga Menarik di Tuban: Liburan Seru dan Tak Terlupakan

Travel

Jelajahi 5 Kuliner Legendaris Cirebon: Surga Rasa untuk Liburan Anda

Travel

Hotel Santika Premiere Hills Cibadak: Resort Mewah di Sukabumi Resmi Dibuka

Travel

Pelindo Kembangkan Marina di Benoa Bali: Dorong Pariwisata Lebih Maju