Jember, 26 November 2025 — Warta Kota
DPRD Jember menilai pembangunan infrastruktur di Kabupaten Jember masih belum merata. Fasilitas publik di wilayah perkotaan dinilai lebih banyak tersentuh pembangunan, sementara desa-desa di daerah pinggiran dinilai masih kurang mendapat perhatian.
Penilaian tersebut disampaikan Juru Bicara Fraksi PKB, Nur Huda Hidayat, saat membacakan pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Nota Pengantar APBD 2026.
“Kami melihat pembangunan masih terlalu tersentral di area perkotaan, sedangkan desa-desa pinggiran belum mendapatkan porsi yang memadai,” ujarnya.
Nur Huda menyatakan Fraksi PKB mendukung langkah Bupati Jember, Muhammad Fawait, yang berkomitmen mengembangkan infrastruktur di kawasan desa. Ia menekankan bahwa anggaran belanja modal sebesar Rp 109,75 miliar untuk sektor jalan, jaringan, dan irigasi harus diprioritaskan untuk kebutuhan masyarakat desa.
“Dana sebesar itu harus benar-benar diprioritaskan untuk membangun akses desa, memperbaiki jaringan jalan, serta memperkuat infrastruktur irigasi,” tegasnya.
Ia juga menyoroti desa-desa yang selama ini kurang tersentuh pembangunan, terutama wilayah yang berbatasan dengan hutan seperti Curahkalong, Tugusari, dan Badean.
“Warga di daerah itu mayoritas petani. Sudah sepantasnya infrastruktur jalan mereka diprioritaskan, karena kondisi jalan sangat memengaruhi aktivitas pertanian,” tambahnya.
Sementara itu, Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya, Widarto, menekankan bahwa peningkatan ekonomi harus berjalan selaras dengan upaya menekan angka kemiskinan. Ia menyebut data terbaru menunjukkan tingkat kemiskinan di Jember mencapai 8,67 persen atau sekitar 216 ribu jiwa.
“Dengan jumlah penduduk miskin sebesar itu, program penurunan angka kemiskinan harus menjadi prioritas,” kata Widarto. Ia menilai strategi bantuan langsung, seperti bantuan bahan pokok, merupakan program yang dapat segera meringankan beban masyarakat miskin.
Menanggapi seluruh pandangan fraksi, Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi atas kritik dan saran DPRD demi penyempurnaan APBD 2026.
“Masukan fraksi-fraksi sangat penting bagi kami untuk menyempurnakan program pembangunan tahun depan,” ujar Gus Fawait.
(Dang)
.















