Breaking News

Home / Finance

Rabu, 12 November 2025 - 15:53 WIB

Dow Jones Cetak Rekor: Wall Street Bergairah Sambut Berakhirnya Shutdown Pemerintah

warta-kota.com Euforia mewarnai pembukaan bursa saham Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu, 12 November 2025, waktu setempat.

Indeks Dow Jones bahkan sukses menorehkan rekor tertinggi yang baru, mengindikasikan optimisme yang semakin kuat di kalangan investor terkait potensi berakhirnya penutupan sebagian (government shutdown) pemerintahan AS, yang menjadi yang terlama dalam sejarah Negeri Paman Sam.

Saat bel pembukaan berdentang, Dow Jones Industrial Average langsung meroket 87,8 poin atau setara dengan 0,18%, mencapai level 48.015,79.

Tak kalah impresif, S&P 500 juga mengalami penguatan sebesar 21,2 poin atau 0,31% ke angka 6.867,77, dan Nasdaq Composite melesat 95,5 poin atau 0,41% hingga menyentuh 23.563,84.

Mengukur Dampak Akhir Government Shutdown AS ke IHSG

Gelombang positif di pasar turut didorong oleh sentimen cerah dari Advanced Micro Devices (AMD), yang sahamnya melonjak tajam sebesar 6,5% dalam sesi pra-perdagangan.

Perusahaan raksasa produsen chip ini memperkirakan bahwa pendapatan tahunan dari bisnis chip pusat datanya akan mencapai angka fantastis, yaitu US$ 100 miliar dalam kurun waktu lima tahun mendatang, dengan proyeksi laba yang meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Sebelumnya, sentimen pasar sempat sedikit tertekan oleh berita mengenai SoftBank Group yang menjual habis seluruh kepemilikannya di Nvidia, serta adanya revisi turun terhadap prospek dari penyedia layanan cloud berbasis AI, CoreWeave, yang memicu kekhawatiran tentang valuasi saham-saham teknologi yang dianggap terlalu tinggi.

Baca Juga  Iwan Setiawan Lukminto, Bos Sritex, Resmi Tersangka Kasus Korupsi Kredit Bank

Namun, pasar menunjukkan resiliensi yang kuat dengan berhasil pulih menjelang akhir sesi perdagangan hari Selasa, dengan Dow Jones berhasil menutup hari di level rekor tertinggi.

Para investor kini dengan antusias menantikan hasil pemungutan suara krusial di Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Rabu sore, yang diharapkan dapat membuka kembali operasional pemerintahan federal dan memulihkan stabilitas di sektor-sektor vital seperti penerbangan dan distribusi bahan pangan.

Menilik Kinerja Indeks Saham Sektoral di Bursa, Siapa Paling Unggul?

Presiden Donald Trump telah dijadwalkan untuk segera menandatangani rancangan undang-undang tersebut jika berhasil disetujui oleh parlemen.

“Tantangan berikutnya adalah bagaimana memulihkan penerbitan data ekonomi resmi. Selama penutupan pemerintah berlangsung, pasar seolah terbang dalam kegelapan tanpa adanya panduan data makro yang jelas,” ungkap Michael Landsberg, CIO di Landsberg Bennett Private Wealth Management.

Selama masa penutupan pemerintahan yang berlangsung selama 42 hari, aktivitas ekonomi AS mengalami perlambatan yang signifikan. The Fed dan para pelaku pasar terpaksa mengandalkan data dari sektor swasta, seperti laporan mingguan ADP, yang menunjukkan bahwa sektor swasta kehilangan rata-rata 11.250 pekerjaan per minggu hingga akhir bulan Oktober.

Baca Juga  Perjanjian Dagang Internasional Picu Penurunan Penerimaan Negara? Ini Kata Kemenkeu

Berdasarkan data dari CME FedWatch Tool, para pelaku pasar kini memperkirakan adanya peluang sebesar 63% bahwa bank sentral AS akan mengambil langkah untuk memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Desember mendatang.

Emiten Ritel Optimistis Penjualan Meningkat Hingga Akhir Tahun Terdorong Nataru

Dari sisi fundamental, musim laporan keuangan kuartal III menunjukkan hasil yang menggembirakan. Sekitar 82% dari total 446 perusahaan yang terdaftar di S&P 500 berhasil melaporkan laba yang melampaui ekspektasi para analis—jauh di atas rata-rata jangka panjang sebesar 67%.

Sementara itu, para pelaku pasar juga menantikan dengan penuh minat hasil kinerja Nvidia yang akan dirilis pada pekan depan, yang diperkirakan akan menjadi ujian penting bagi euforia pasar terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) yang telah menjadi motor penggerak indeks saham hingga mencapai rekor tertinggi tahun ini.

Saham IBM juga mengalami kenaikan sebesar 1,7% setelah perusahaan mengumumkan peluncuran chip komputasi kuantum terbarunya.

Share :

Baca Juga

Finance

Harga Emas Antam Anjlok ke Rp1,91 Juta: Cek Rincian Penurunannya

Finance

Keyakinan Konsumen Turun: Ini Saham yang Rawan Terdampak Daya Beli Melemah

Finance

Saham-saham favorit musim Natal yang berpotensi cuan akhir tahun

Finance

Penurunan Pendapatan Iklan Net TV: Ancaman atau Kesempatan?

Finance

Perang Tarif Mereda: IHSG Berpotensi Tembus 7.100 di Kuartal II 2025

Finance

BI Diminta Pertahankan Suku Bunga Acuan di Level 5,75 Persen: Analisis dan Dampaknya

Finance

Investasi SBN Domestik: Mengapa Pasar Tetap Menarik dan Faktor Pendorongnya

Finance

Strategi Investasi David Sutyanto: Pilih Saham Dividen Tinggi untuk Keuntungan Maksimal