Breaking News

Home / Crime

Rabu, 10 September 2025 - 18:52 WIB

Demo Gen Z Nepal Ricuh: 27 Penjarah Diamankan Polisi

Pasukan bersenjata Nepal telah mengambil kendali atas operasi keamanan sejak Selasa malam, 9 September 2025. Mengutip sumber dari Nepal News, lebih dari dua lusin individu, tepatnya 27 orang, diamankan oleh pihak berwenang karena diduga terlibat dalam serangkaian aksi penjarahan, pembakaran, dan perusakan fasilitas umum di wilayah Kathmandu dan Bhaktapur.

Dari total mereka yang ditangkap, lima orang kini berada dalam tahanan di New Baneshwor atas tuduhan perampokan yang menyasar sebuah lembaga perbankan. Sementara itu, 21 individu lainnya diamankan saat melakukan penjarahan di area Bhaktapur dan sekitar kawasan Bouddha, Kathmandu. Pihak militer mengumumkan bahwa operasi ini diluncurkan sebagai respons terhadap kelompok oportunis yang memanfaatkan momentum protes yang digerakkan oleh generasi Z untuk melancarkan aksi vandalisme.

Barang Hasil Jarahan dan Perlengkapan Senjata Berhasil Diamankan

Berdasarkan laporan dari The Himalayan Times, satuan tugas militer berhasil menyita uang tunai sejumlah 3,37 juta rupee yang diduga kuat merupakan hasil jarahan di kawasan Gausala-Chabahil-Bouddha, Kathmandu. Selain itu, pihak berwenang juga menemukan sejumlah besar perlengkapan senjata, terdiri dari 31 pucuk senjata api lengkap beserta magazin dan amunisinya. Rinciannya, 23 senjata ditemukan di Kathmandu dan delapan lainnya ditemukan di Pokhara.

Baca Juga  Nadiem Makarim Dicekal: Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Kasus Korupsi?

Sebagai respons terhadap sejumlah insiden kebakaran yang dipicu oleh aksi massa, tiga unit kendaraan pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan. Pihak berwenang memastikan bahwa 23 personel kepolisian dan tiga warga sipil yang mengalami luka-luka akibat bentrokan yang terjadi saat ini sedang mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit militer.

Pihak militer Nepal mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk turut serta aktif dalam upaya menekan aksi penjarahan, pembakaran, serta berbagai bentuk perusakan lainnya. Warga diminta untuk segera melaporkan setiap insiden yang mencurigakan melalui layanan pesan singkat (SMS), aplikasi WhatsApp, atau Viber ke nomor kontak 9863029029. “Masyarakat diharapkan dapat bersatu, menjaga ketertiban lingkungan sekitar, serta memberikan informasi yang akurat kepada aparat sebelum kedatangan mereka di lokasi,” demikian pernyataan resmi dari pihak militer.

Gelombang Aksi Protes yang Digerakkan oleh Generasi Z

Menurut laporan yang diterbitkan oleh Politico, gelombang protes yang digerakkan oleh generasi Z ini dipicu oleh tindakan pemblokiran terhadap 26 platform media sosial, termasuk nama-nama besar seperti Facebook, X (sebelumnya Twitter), dan YouTube. Pemblokiran ini dilakukan dengan alasan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut belum memenuhi persyaratan registrasi pemerintah yang berlaku per tanggal 3 September. Akan tetapi, kebijakan ini justru dipandang luas sebagai upaya untuk melakukan sensor dan membungkam suara-suara kritis yang berkembang di masyarakat.

Baca Juga  Ketua RW Ungkap Detik-Detik Penggerebekan Penculik Kepala Cabang Bank Jakarta

Keputusan pemblokiran ini semakin memperkuat ketidakpuasan publik yang telah lama terpendam. Banyak warga yang merasa bahwa keluarga elite politik hidup dalam kemewahan dan kemudahan, sementara mayoritas rakyat Nepal masih harus berjuang keras dengan pendapatan per kapita yang kurang dari US$ 1.400 per tahun. Meskipun larangan pemblokiran tersebut telah dicabut, demonstrasi terus berlanjut setelah insiden penembakan oleh pihak kepolisian terhadap kerumunan demonstran yang menyebabkan 19 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka-luka.

Aksi protes meluas dengan berbagai tindakan anarkis, termasuk pembakaran gedung-gedung pemerintahan, kediaman pribadi para politisi, hingga serangan yang menargetkan sejumlah pejabat publik. Sebagai respons terhadap situasi yang semakin memanas, Perdana Menteri KP Sharma Oli akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya pada hari Selasa, 9 September.

Pilihan Editor: Mantan Miss Nepal Menjadi Target Amarah Generasi Z, Inilah Penyebabnya

Share :

Baca Juga

Crime

Abdul Mu’ti Angkat Bicara: Tragedi Bullying Siswa SMPN 19 Tangsel

Crime

Polri Gagalkan Peredaran 50 Kg Sabu Disamarkan dalam Teh Cina

Crime

Lisa Mariana Jadi Tersangka, Dipanggil Polri Terkait Pencemaran Nama Baik Ridwan Kamil Besok

Crime

Polisi Bali Tangkap Admin Grup Facebook “Cinta Sedarah”

Crime

BREAKING NEWS: Bareskrim Periksa Lisa Mariana Hari Ini Terkait Status Tersangka

Crime

Nadiem Makarim Dicekal: Kejagung Ungkap Dugaan Keterlibatan Kasus Korupsi?

Crime

Fakta Baru Terungkap: Kasus Penyekapan dan Penculikan di Tangsel Gegerkan Warga!

Crime

Ammar Zoni Ajukan Pembelaan: Sidang Eksepsi Kasus Narkoba Digelar Hari Ini!