Jember, 4 Desember 2025 — Warta-Kota Com
Kelurahan Baratan, Kabupaten Jember, telah merampungkan pendataan masyarakat miskin ekstrem, rumah tidak layak huni (RTLH), serta tambahan data santri dan akses jalan-jembatan menuju fasilitas pendidikan. Pendataan ini merupakan tindak lanjut atas permintaan Kecamatan sesuai surat tertanggal 26 November 2025 nomor 470/907/35.09.02/2025. Seluruh data tersebut kini disiapkan sebagai bahan pembahasan dalam rapat bersama Bupati Jember.
Lurah Baratan, Suprihatin, S.Sos., menjelaskan bahwa kategori miskin ekstrem ditetapkan berdasarkan pendapatan per kapita di bawah Rp609.160 per bulan atau sekitar Rp20.305 per hari, serta ketidakmampuan memenuhi kebutuhan dasar seperti gizi, sandang, kesehatan, pendidikan, dan kebutuhan non-makanan lainnya.
“Pendataan ini menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi warga yang benar-benar membutuhkan intervensi sesuai kategori tersebut,” ujarnya.
Suprihatin menegaskan bahwa seluruh data telah dibenahi dengan proses verifikasi lapangan guna memastikan kesesuaian data lama dengan kondisi terkini.
“Alhamdulillah berkat kekompakan semua staf, data tercukupi dengan cepat dan tepat,” tuturnya saat dihubungi melalui sambungan telepon pada pukul 15.45 WIB, Kamis (4/12/2025).
Dalam proses pendataan tersebut, sejumlah perangkat Kelurahan Baratan turut terlibat, di antaranya Sekretaris Kelurahan Denny, Kasi PMKS Agus, operator Ibnu, staf PMKS Hafid, serta Dika sebagai petugas data lapangan. Mereka bertugas melakukan pendataan, pengecekan ulang, hingga pelaporan kepada Kecamatan.
“Kami bersama tim bekerja maksimal untuk memastikan setiap data benar-benar terverifikasi di lapangan,” imbuh Denny.
Menanggapi proses dan tindak lanjut pendataan ini, Suprihatin menyampaikan bahwa pihaknya saat ini fokus memenuhi permintaan data dari Kecamatan. Program lanjutan atau kebijakan berikutnya akan menunggu hasil pembahasan bersama Bupati Jember.
“Tugas kami saat ini adalah menyampaikan data sesuai permintaan Kecamatan. Apa pun kebijakan berikutnya, kami berharap dapat benar-benar memantau warga yang berada dalam kondisi paling rentan,” pungkasnya.
(Dang)















