Solok, Warta-kota.com.- Bupati Solok Jon Firman Pandu menyambut langsung kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos, MM di Posko Utama Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Solok, Koto Baru, Sabtu (20/12/2025).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen dan kehadiran langsung Pemerintah Pusat dalam mendukung penanganan serta percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Solok.
Turut hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Utama BNPB Dr. Rustian, S.Si, M.Kos, jajaran deputi dan pejabat eselon BNPB, Wali Kota Solok Dr. H. Ramadhani Kirana Putra, SE, MM, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I, Kalaksa BPBD Provinsi Sumatera Barat Dr. Ir. Era Sukma Munaf, ST, MM, MT, unsur Forkopimda, Sekda Kabupaten Solok Medison, S.Sos, M.Si, Sekda Kota Solok Dr. Desmon, M.Pd, Ketua TP-PKK Kabupaten Solok Ny. Nia Jon Firman Pandu, S.Si, M.Si, serta jajaran kepala OPD dan camat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Solok.

Terlihat akrab
Dalam sambutannya, Bupati Jon Firman Pandu menyampaikan bahwa tantangan terbesar pascabencana saat ini adalah proses pemulihan dan rehabilitasi. Sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, pemerintah daerah diminta untuk lebih intensif menyiapkan seluruh tahapan recovery.
“Insyaallah kami di Kabupaten Solok terus menyiapkan seluruh dokumen yang dibutuhkan dalam rangka pemulihan. Dari 14 kecamatan yang ada, 9 kecamatan terdampak langsung dan 3 di antaranya mengalami dampak cukup parah” ujar Bupati.
Ia mengungkapkan, total kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai Rp1,4 triliun. Untuk menjaga konektivitas wilayah, dua jembatan Bailey telah difungsikan melalui kerja sama dengan TNI. Selain itu, distribusi logistik ke wilayah terdampak dilaporkan berjalan lancar dan merata.
Bupati juga mengingatkan potensi ancaman bencana lanjutan, seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, serta kebakaran hutan dan lahan. Pergerakan Lempeng Sumani yang sempat memicu gempa berkekuatan sekitar 4,9 SR menjadi perhatian bersama untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sekda Medison memaparkan kondisi daerah pasca bencana
Sementara itu, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menegaskan bahwa kehadiran BNPB di Sumatera Barat merupakan bentuk tanggung jawab penuh dalam penanganan bencana.
“BNPB hadir bukan sebagai tamu, tetapi sebagai tuan rumah. Kami datang bukan hanya mengirim bantuan, tetapi untuk menyelesaikan seluruh permasalahan di daerah terdampak” tegasnya.
Ia menyebutkan, terdapat tujuh kabupaten dan kota terdampak bencana di Sumatera Barat, termasuk Kabupaten Solok. Meski kondisi tanggap darurat mulai membaik, BNPB tetap menugaskan jajarannya untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pangan, sandang, hingga sarana ibadah.

Bupati Solok bersama BNPB
BNPB juga akan memberikan dukungan hunian sementara serta dana tunggu hunian bagi masyarakat terdampak hingga hunian tetap selesai dibangun. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan berdasarkan data penerima yang lengkap dan valid by name by address.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama perwakilan masyarakat terdampak bencana. Dalam kesempatan tersebut, masyarakat menyampaikan kondisi di lapangan, kebutuhan mendesak, serta harapan terhadap proses pemulihan pascabencana.
Acara ditutup dengan penyerahan bantuan paket sembako dan alat ibadah dari BNPB kepada masyarakat terdampak. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan dasar dan sarana peribadatan tetap terpenuhi selama masa pemulihan.**(PB07)















