Solok, Warta-Kota.com.- Warga Jorong Kampung Baru, Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok dibuat resah setelah munculnya retakan tanah yang cukup signifikan di kawasan perbukitan Koto Hilalang. Retakan tersebut memiliki panjang sekitar 100 meter, dengan kedalaman mencapai 61 cm dan lebar sekitar 30 cm.
Kondisi ini memicu kekhawatiran masyarakat akan potensi terjadinya pergerakan tanah atau likuifaksi, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi retakan.

Tim peninjau
Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, bersama Kalaksa BPBD Kabupaten Solok Irwan Effendy, turun langsung ke lokasi pada Kamis (11/12/2025). Turut mendampingi tim dari BNPB serta BPBD Provinsi Sumatera Barat untuk melakukan pengecekan teknis dan peninjauan lapangan.
“Kami datang untuk memastikan kondisi lapangan dan melakukan langkah cepat agar kekhawatiran masyarakat bisa segera ditangani. Pemerintah daerah bersama BNPB dan BPBD Provinsi akan melakukan assessment menyeluruh terhadap potensi pergerakan tanah di sini” ujar Medison
Lebih lanjut Ia, menyampaikan bahwa retakan tersebut perlu mendapatkan kajian lebih lanjut oleh tim teknis geologi guna menentukan tingkat ancaman dan langkah mitigasi yang diperlukan. Masyarakat diminta tetap tenang namun tetap waspada, serta segera melapor apabila melihat perubahan signifikan seperti pelebaran retakan, longsoran kecil, atau tanda-tanda pergerakan tanah lainnya.
Saat ini pemerintah daerah sedang menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan warga yang tinggal di sekitar kawasan retakan.**(PB07)















