Breaking News

Home / Finance

Selasa, 11 November 2025 - 13:51 WIB

BlackRock dan JPMorgan Akumulasi GOTO, Isu Merger Grab Makin Kencang

warta-kota.com JAKARTA. Sorotan investor kembali tertuju pada saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), seiring dengan maraknya perbincangan mengenai potensi merger dengan Grab.

Pada penutupan perdagangan hari Selasa (11/11/2025), saham GOTO berhasil mencatatkan kenaikan, berakhir pada posisi Rp 67 per lembar.

Berdasarkan data dari Bloomberg, investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) sebesar Rp 122,50 miliar di seluruh pasar pada hari tersebut. Secara kumulatif bulanan, angka net buy asing mencapai Rp 5,74 miliar.

IHSG Diprediksi Melemah Terbatas pada Rabu (12/11), Silakan Amati Saham-Saham Ini

Sejumlah manajer investasi global terkemuka terlihat aktif mengakumulasi saham perusahaan teknologi ini. Nama-nama seperti BlackRock Inc. dan JPMorgan Chase & Co., dua pemain utama di pasar modal dunia, termasuk di antaranya.

Terungkap bahwa JPMorgan membeli sekitar 38,84 juta lembar saham GOTO dalam perdagangan hari Selasa (11/11), meningkatkan total kepemilikannya menjadi 2,52 miliar lembar saham.

Sementara itu, BlackRock Inc. melakukan penambahan posisi sehari sebelumnya dengan membeli 16,15 juta saham, sehingga total kepemilikan mereka kini mencapai 30,03 miliar saham GOTO.

Spekulasi Merger Kembali Mencuat

Isu mengenai potensi merger antara GOTO dan Grab bukanlah cerita baru. Rumor ini pertama kali muncul pada Februari 2020, jauh sebelum GOTO melantai di Bursa Efek Indonesia.

Kabar serupa sempat menghangat kembali pada Februari 2024, dan kini spekulasi tersebut semakin intensif diperbincangkan sejak awal Februari 2025.

Kinerja Emiten CPO Grup Salim Subur, Simak Prospek dan Rekomendasinya

Baca Juga  IHSG Bangkit: Asing Lepas Saham Blue Chip Ini, Rabu!

Kali ini, rumor merger tersebut dikabarkan telah mendapatkan lampu hijau dari Istana. Pertemuan antara jajaran manajemen Grab, GOTO, dan Presiden Prabowo Subianto dilaporkan menghasilkan pemahaman awal mengenai kemungkinan konsolidasi.

Selain itu, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dikabarkan akan turut terlibat dalam aksi korporasi ini, mengingat PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) memiliki kepentingan investasi di GOTO.

Menurut laporan Bloomberg, investor utama GOTO seperti SoftBank Group Corp., Provident Capital Partners, dan Peak XV, mendorong agar pembicaraan merger dipercepat.

Bahkan, sejumlah pemegang saham dikabarkan telah menandatangani memo kepada dewan direksi untuk menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), yang salah satu agendanya terkait dengan posisi Patrick Walujo sebagai direktur utama yang konon menentang rencana akuisisi oleh Grab.

Cek Prediksi Pergerakan Rupiah untuk Rabu (12/11/2025)

  GOTO Chart by TradingView  

GOTO Menegaskan RUPSLB Tidak Berkaitan dengan Aksi Korporasi

GOTO telah mengumumkan rencana penyelenggaraan RUPSLB pada 17 Desember 2025, sebagaimana diumumkan di situs resmi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada hari Senin (10/11).

Namun, Direktur Legal dan Group Corporate Secretary GOTO, R. A. Koesoemohadiani, menegaskan bahwa agenda rapat tersebut sama sekali tidak terkait dengan aksi korporasi apapun.

“Agenda RUPSLB ini merupakan bagian dari praktik tata kelola perusahaan yang baik dan tidak seharusnya menimbulkan kekhawatiran. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku,” jelas Diani dalam keterbukaan informasi pada hari Selasa (11/11).

Baca Juga  China Akhiri Larangan Impor Pesawat Boeing: Dampaknya pada Industri Penerbangan Global

Ia menambahkan bahwa pemanggilan resmi RUPSLB akan dilakukan pada tanggal 25 November 2025, serta menegaskan komitmen manajemen untuk tetap bertindak profesional dan mengedepankan kepentingan seluruh pemangku kepentingan.

“Menanggapi berbagai spekulasi media terkait potensi transaksi antara GOTO dan Grab, hingga saat ini belum ada keputusan maupun kesepakatan yang tercapai terkait hal tersebut,” tegas Diani.

Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham untuk Rabu (12/11/2025)

Prospek Merger Dinilai Positif, Namun Risiko Monopoli Tetap Jadi Perhatian

Menurut Head of Research Macquarie Capital Indonesia, Ari Jahja, wacana merger antara GOTO dan Grab cukup beralasan, terutama mengingat perbaikan kondisi keuangan GOTO dalam beberapa kuartal terakhir.

“Kombinasi antara GOTO dan Grab akan memberikan keuntungan bagi pemegang saham utama seperti SoftBank Group, karena potensi keuntungan dari Grab dapat mengkompensasi kerugian yang dialami GOTO,” tulis Ari dalam risetnya, pada hari Senin (10/11).

Namun, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Adityo Nugroho, mengingatkan bahwa dari sudut pandang konsumen, merger antara kedua raksasa teknologi ini berpotensi menciptakan dominasi pasar.

“Jika hanya ada satu pemain besar yang mendominasi, persaingan bisa menjadi tidak sehat. Namun, mari kita lihat perkembangan selanjutnya, karena rumor ini telah berulang kali muncul, semoga kali ini dapat terealisasi,” ujar Adityo.

Share :

Baca Juga

Finance

KPK Ungkap Tumpukan Uang Korupsi Taspen: Sitaan Rp 300 Miliar dari Investasi Fiktif

Finance

Dolar AS Melemah, Rupiah Berpotensi Menguat Imbas Sinyal The Fed

Finance

IHSG Melonjak ke 7.929,3: BRPT, MDKA, & ADRO Teratas LQ45

Finance

Paus Fransiskus: Hidup Sederhana, Tanpa Gaji Tapi Semua Biaya Ditanggung Vatikan

Finance

Pasar Kripto Menguat, Keputusan Suku Bunga The Fed Jadi Penentu Arah pada Sisa Tahun

Finance

Reksadana Terproteksi BRI-MI Raih Rekor AUM Rp20,99 Triliun, Juara di Indonesia

Finance

Strategi Investasi David Sutyanto: Pilih Saham Dividen Tinggi untuk Keuntungan Maksimal

Finance

Saham FITT, AMMS, dan PGUN: Gembok Suspensi Dibuka, Analisa Pergerakan Terbaru