Breaking News

Home / Finance

Rabu, 19 November 2025 - 08:52 WIB

BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di 4,75 Persen

JAKARTA, KOMPAS.com – Bank Indonesia (BI) mengumumkan keputusannya untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan, yaitu BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI rate), pada posisi 4,75 persen.

Keputusan penting ini diumumkan setelah serangkaian diskusi mendalam dalam Rapat Dewan Gubernur BI yang diselenggarakan pada tanggal 18 dan 19 November 2025.

Dengan ditetapkannya keputusan tersebut, suku bunga deposit facility tetap berada di angka 3,75 persen, sementara suku bunga lending facility juga stabil di level 5,5 persen.

Baca juga: The Fed Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan, Bagaimana Proyeksi BI Rate ke Depan?

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyampaikan bahwa keputusan ini selaras dengan strategi kebijakan jangka pendek BI yang berfokus pada menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta menarik minat investasi portofolio asing, terutama dalam menghadapi peningkatan ketidakpastian ekonomi global.

Perry Warjiyo menambahkan, langkah ini juga bertujuan untuk terus mengoptimalkan efektivitas dari transmisi kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah diimplementasikan oleh bank sentral selama periode ini.

Baca Juga  Investasi Properti Menggeliat: Analisis Saham PWON, CTRA, ASRI, dan BSDE

“Setelah melakukan penilaian yang komprehensif, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada tanggal 18 dan 19 November 2025 sepakat untuk mempertahankan BI Rate pada angka 4,75 persen,” ungkapnya dalam sesi konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI yang diadakan pada hari Rabu, 19 November 2025.

Meskipun suku bunga acuan BI Rate tidak mengalami perubahan, Bank Indonesia tetap membuka diri terhadap kemungkinan penurunan suku bunga di masa mendatang, dengan mempertimbangkan perkembangan nilai tukar mata uang, tingkat inflasi, serta pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.

Baca juga: BI Rate Turun, Perbankan Ikut Pangkas Bunga Simpanan

“Ke depannya, Bank Indonesia akan terus memantau peluang penurunan suku bunga BI Rate secara lebih lanjut, dengan memperhitungkan perkiraan inflasi untuk tahun 2025 dan 2026 yang diperkirakan akan terkendali dalam target 2,5 persen plus minus 1 persen, serta pentingnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan,” jelasnya.

Di sisi lain, Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk memperkuat pelonggaran kebijakan makroprudensial dengan meningkatkan efisiensi implementasi pemberian likuiditas kepada sektor perbankan. Tujuannya adalah untuk mempercepat penurunan suku bunga dan mendorong peningkatan pertumbuhan kredit pembiayaan ke sektor riil, terutama yang diprioritaskan oleh pemerintah.

Baca Juga  BI Pertahankan Suku Bunga Acuan di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Kebijakan sistem pembayaran akan diarahkan untuk mendorong ekspansi ekonomi melalui perluasan penerimaan pembayaran digital serta memperkuat infrastruktur dan konsolidasi struktur industri sistem pembayaran.

Terhitung sejak awal tahun 2025, Bank Indonesia telah melakukan penyesuaian penurunan BI Rate sebanyak lima kali.

Baca juga: Penempatan Dana Pemerintah Rp 200 T dan Pemangkasan BI Rate Jadi Bahan Bakar Baru Pertumbuhan Ekonomi

Sebelumnya, BI telah mengambil langkah-langkah penurunan BI Rate secara bertahap, dimulai dari 6 persen menjadi 5,75 persen pada bulan Januari, kemudian menjadi 5,50 persen pada bulan Mei, diikuti penurunan menjadi 5,25 persen pada bulan Juli, 5 persen pada bulan Agustus, dan akhirnya mencapai 4,75 persen pada bulan September 2025.

Share :

Baca Juga

Finance

The Fed Beri Sinyal Kuat: Potensi Pangkas Suku Bunga di FOMC Oktober 2025!

Finance

Sekretaris Perusahaan Petrindo (CUAN) Tambah Saham Sebanyak 140.000

Finance

Rekomendasi Saham Terbaik MNC Sekuritas: Pilihan Hari Ini

Finance

IHSG Berpeluang Lanjut Melemah pada Kamis (23/10), Cek Rekomendasi Saham Berikut

Finance

Prediksi IHSG Akhir Tahun: Target Analis dan Strategi Investasi

Finance

Gubernur BI Desak Bank Turunkan Suku Bunga, Pacu Pertumbuhan Kredit Nasional

Finance

Semen Indonesia Tbk (SMGR) Bagikan Dividen Rp 648,75 miliar

Finance

Saham TRUE Disuspensi BEI: Analisis dan Rekomendasi Investasi Terbaru