Breaking News

Home / News

Rabu, 26 November 2025 - 08:39 WIB

Bencana Hidrometeorologi Melanda, Pemkab Solok Tetapkan Status Darurat Bencana 14 Hari

Solok, Warta-kota.com.- Curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir kembali memicu bencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok. Berdasarkan prakiraan BMKG, intensitas hujan diperkirakan terus meningkat hingga 27 November 2025, sehingga menyebabkan banjir, tanah longsor, pohon tumbang, hingga terputusnya akses jalan di sejumlah wilayah.

Bencana tersebut berdampak luas pada sarana dan prasarana umum, serta mengganggu aktivitas sekitar 1.000 warga atau 512 kepala keluarga di beberapa kecamatan.

Camat Kubung, Acil Fasra, melaporkan bahwa banjir melanda sejumlah nagari, seperti Koto Baru, Salayo, Koto Hilalang, dan Gantung Ciri. Di banyak jorong, air merendam pemukiman, lahan pertanian, dan fasilitas umum.

“Sekitar 60 hektare sawah terendam. Ternak warga ikut hanyut, di antaranya 150 ekor itik dan 2 ekor kambing. Selain itu, beberapa jembatan dan ruas jalan juga tidak bisa dilewati” jelasnya.


Jumpa pers Bupati Solok

Di Nagari Gantung Ciri, longsor mengakibatkan putusnya jembatan penghubung menuju Nagari Cupak dan Gantung Ciri. Sementara di Nagari Koto Hilalang, sekitar 70 KK terisolasi akibat jembatan ambruk.

Camat Junjung Sirih, Neni Amelia, menambahkan terdapat kerusakan jalan dan banjir yang melanda sawah di beberapa jorong, termasuk Gando, Parumahan, Subarang, dan Nagari Muaro Pingai. Beberapa rumah warga berada dalam kondisi rawan akibat luapan sungai.

Baca Juga  Calon Karyawan Koperasi BSE Batanghari Bayar hingga Rp.20 Juta, di Janjikan 8 juta Perbulan

Sementara itu, Camat X Koto Singkarak, Chrismon Darma, melaporkan banjir di Nagari Koto Sani dan Saning Baka yang berdampak pada delapan KK, merusak rumah warga dan lahan pertanian.

Melihat situasi yang semakin memburuk, Pemerintah Kabupaten Solok dalam rapat koordinasi di Kantor Camat Kubung, Selasa (25/11/2025), menetapkan Status Darurat Bencana (Siaga I/Awas) selama 14 hari ke depan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil untuk mempercepat penanganan darurat serta memastikan bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

“Status kita sudah Siaga Bencana selama 14 hari. Mohon seluruh dokumen pendukung seperti undangan rapat, notulen, SK penetapan, serta dokumentasi segera dilengkapi” ujarnya.

Ia juga menginstruksikan pemberian bantuan kompensasi, stimulan, dan bibit pertanian bagi warga terdampak. Selain itu, seluruh OPD terkait diminta segera menyusun Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) dan mengajukan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) setelah direview oleh Inspektorat.

Baca Juga  Kapolda Riau Ajak Wisudawan UIN Suska Riau, Jadi Pemimpin Berintegritas dan Peduli Lingkungan

“Logistik makanan harus menjadi prioritas sampai masyarakat bisa kembali memasak di rumah masing-masing” tegasnya.


Tim tanggap darurat

Dinas PUPR Kabupaten Solok telah menyiapkan laporan dan proposal terkait kerusakan infrastruktur untuk diajukan ke pemerintah pusat. Perbaikan jembatan rusak di sejumlah lokasi akan dilakukan secara bertahap, termasuk mengupayakan gotong royong bersama masyarakat.

“Alat berat sudah standby di Lubuk Selasih. Kami berharap proses perbaikan bisa dilakukan secepatnya” kata Sekda.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, yang hadir setelah mengikuti Upacara HUT PGRI ke-80, mengapresiasi langkah cepat BPBD dan OPD teknis dalam menangani bencana.

Ia menegaskan bahwa penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT) akan diprioritaskan untuk membantu masyarakat dan mempercepat penanganan lapangan.

“Koordinasi antar-stakeholder sangat penting. Saya minta semua pihak bekerja sesuai fungsi agar penanganan berjalan efektif” ujar Bupati.

Dengan ditetapkannya status darurat ini, Pemkab Solok berharap upaya penanggulangan dapat dilakukan lebih cepat, terarah, dan tepat sasaran demi keselamatan dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak.**(PB07)

Share :

Baca Juga

News

Curry Lounge Pengalaman Kuliner Autentik India di Jantung Bristol

News

Tidak menanggapi konfirmasi Awak Media, Disinyalir Kapolres dan Satlantas Polres Kampar Ikut Serta dan Mendapatkan Bagian dari Program Voucher Pelatihan Fiktif
Kapolres Tebo AKBP Triyanto mewawancarai tersangka kasus korupsi KUR fiktif saat konferensi pers di Mapolres Tebo.

Berita Utama Daerah

Terbongkar! Korupsi KUR Rp4,8 Miliar di BSI Tebo, Dua Eks Pegawai Bank Ditangkap

News

Jaga Stabilitas Keamanan dan Ketertiban, Lapas Sibolga Lakukan Penggeledahan Kamar Hunian

News

Warga Bayung Lencir Serahkan Senpi Rakitan ke TNI, Danramil: Ini Bukti Kesadaran Hukum Warga Muba Meningkat

News

Pemkab Meranti Tegaskan Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun, Fokus Perkuat PAUD dan Mutu Pendidikan

News

Mahasiswa FK UNEJ Jember Raih Juara Nasional Esai Ilmiah

News

Terapkan SOP, Petugas Pintu Utama Lapas Pekanbaru Lakukan Apel Serah Terima