Batubara di Pulau Popole Perairan Selat Sunda Pandeglang di Evakuasi
Pandeglang, warta-kota.com
Tumpukan karung batu bara yang berada di pulau popole telah di evakuasi oleh PT. Matabima Bersama Indonesia (MBI), dengan titik kumpul yang berada di daratan Desa Cigondang Kecamatan Labuan, Pandeglang.
Selanjutnya, batubara yang dikemas dalam karung dan berjumlah ribuan karung tersebut diangkut ke pengelola limbah PT. Wahana Pamunah Limbah Industri (WPLI) untuk dilakukan pengelolaan lebih lanjut. Rabu, (28/5/2025).

Buchari, Kordinator Lapangan PT. MBI mengatakan bahwa pengangkutan ini dilakukan setelah melalui proses penyortiran terlebih dahulu oleh pekerja yang di dominasi oleh warga lokal.
“Tumpahan batubara ini terjadi pada awal Desember 2024 di sekitaran pulau popole akibat adanya insiden cuaca buruk sehingga mengkibatkan sebuah kapal tonkang batubara terseret arus dan muatan nya tumpah,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, sejak saat itu banyak surat yang masuk ke kementerian lingkungan hidup yang berisi pengaduan terkait adanya tumpahan batu bara disekitar pulau popole. Pada akhirnya, pihak kementerian mengutus mereka untuk melakukan pembersihan ceceran batu bara disekitar perairan pulau popole.
Buchari juga menjelaskan, untuk pengangkutan dari pulau popole ke daratan pantai Cigondang yang bertempat di villa mooring ini melibatkan tenaga warga setempat untuk pemberdayaan masyarakat lokal.
“Sebanyak 37 tenaga angkut warga lokal, namun untuk hari ini hanya ada 27 warga saja yang turun. Alhamdulillah, hari ini terkumpul kurang lebih 2.000 karung berisi batu bara, selanjutnya akan diangkut ke tempat peleburan yang dilakukan oleh pihak perusahaan selanjutnya,” tambah nya.
Ia mengungkap soal kegiatan ini. Menurutnya, kontrak mereka hanya 3 bulan terhitung sejak Mei 2025 – hingga Juli 2025. Namun jika di Bulan Juni sudah bisa diselesaikan, maka tugas mereka bisa dinyatakan telah usai.
Ditempat yang sama Basuki Rahmat sebagai Koordinator lapangan lainnya menambahkan. Hingga hari ini, sekitar 60℅ ceceran batu bara telah berhasil dievakuasi ke daratan Cigondang.
“Sudah 60%, mungkin sekitar 2 mingguan lagi selesai. Jumlah karung ada 6.000, untuk yang masuk dan tercatat hari ini ada 2.000 karung,” katannya.
Terkait kendala, tambah Rahmat, hanya cuaca yang dirasa kurang bersahabat sejak beberapa hari terakhir. Menurut nya, saat kemarin hujan yang deras ditambah angin kencang sedikit menghambat proses evakuasi. Untuk mempercepat proses pengangkutan, salah satu solusinya yaitu memperbanyak tenaga angkut agar lebih cepat selesai.
Basuki Rahmat menerangkan, proses cleaning (bersih-bersih) akan dilanjutkan dengan penyelaman ke dasar laut bersama tim ahli.
“Langkah selanjutnya, kami akan menyelam ke dasar laut untuk pembersihan batu bara. Karena, diduga lebih banyak lagi. Prosesnya akan melibatkan tim penyelam profesional dari beberapa organsasi tim selam dan juga dari TNI AL,” tandasnya.
Ditempat terpisah, Wahyu Triono, kontributor penanganan pencemaran saat dikonfirmasi media membenarkan bahwa batu bara setelah dipindahkan dari pulau Popole ke daratan lokasi yang sudah ditentukan di Desa Cigondang.
“Selanjutnya langsung diangkut ke pengelola limbah yang memiliki izin yakni PT Wahana Pamunah Limbah Industri,” pungkasnya. (Yna)
















