Pandeglang, warta-kota.com
Awal tahun 2026 telah menyaksikan Kabupaten Pandeglang menghadapi tantangan berat akibat bencana banjir yang berulang. Sejak bulan Januari, setidaknya tiga kali gelombang banjir melanda beberapa kecamatan di daerah ini, antara lain Kecamatan Sukaresmi, Kecamatan Pagelaran, dan Kecamatan Patia. Intensitas curah hujan yang sangat lebat menjadi penyebab utama terjadinya musibah yang berulang kali mengganggu aktivitas masyarakat dan kondisi infrastruktur.
Informasi ini diperoleh dari Rukbi, salah satu pengurus Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Sukaresmi sekaligus menjabat sebagai Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Weru Kecamatan Sukaresmi. Menurutnya, dari total 10 desa yang ada di Kecamatan Sukaresmi, sebanyak 7 hingga 8 desa telah mengalami genangan banjir sebanyak tiga kali dalam kurun waktu satu bulan. Gelombang pertama terjadi pada awal Januari, yang kedua di pertengahan awal bulan, dan yang terbaru mulai tanggal 20 Januari 2026.
“Sekarang banjir lagi untuk wilayah Kecamatan Sukaresmi, dari hari Rabu tanggal 21 sampai saat ini [Jumat, 23/01/2026], masih direndam air,” jelas Rukbi saat diwawancarai.
Berdasarkan data yang diterima dari Relawan KSB Kecamatan Sukaresmi, beberapa desa yang terdampak meliputi Desa Perdana (termasuk Kampung Kubu, Kampung Rancaluluk, dan Kampung Babakan Kaweni), yang mengakibatkan terputusnya akses Jalan Provinsi Banten Panimbang-Munjul Km 8 akibat genangan air yang cukup tinggi. Selain Desa Perdana, wilayah terdampak juga mencakup Desa Pasirkadu, Desa Cikuya, Desa Sukaresmi, Desa Kubangkampil, Desa Sidamukti, dan Desa Cibungur.
Namun, kondisi ini menjadi semakin memprihatinkan karena hingga saat ini belum terlihat adanya bentuk kepedulian dari para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pandeglang yang berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) 5. Diketahui, area dapil 5 Kabupaten Pandeglang meliputi lima kecamatan, diantaranya Kecamatan Carita, Kecamatan Labuan, Kecamatan Pagelaran, Kecamatan Patia, dan Kecamatan Sukaresmi.
Hal tersebut dibenarkan oleh Yoki Fardiansyah, Ketua Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang. Menurutnya, terdapat sekitar 7 anggota DPRD Pandeglang dari Dapil 5 periode 2024-2029, namun hingga saat ini belum ada satupun di antara mereka yang mengunjungi wilayah Kecamatan Sukaresmi. “Para anggota DPRD tersebut hanya mengunjungi Kecamatan Pagelaran dan Kecamatan Patia, sedangkan Kecamatan Sukaresmi seakan dikebelakangkan,” ujar Yoki dengan nada kecewa.
Yoki menambahkan, bahwa masyarakat Kecamatan Sukaresmi juga merupakan salah satu bagian dari pemilih yang memberikan suara untuk menjadikan para anggota tersebut menduduki kursi di DPRD Pandeglang periode 2024-2029. “Padahal, wilayah Kecamatan Sukaresmi pun menjadi salah satu penyumbang suara mereka agar duduk menjadi anggota DPRD Pandeglang periode 2024-2029 mendatang,” katanya.
Saat ditanya mengenai pihak-pihak yang telah memberikan dukungan kepada warga terdampak, Rukbi dan Yoki menyebutkan bahwa Bupati Pandeglang Hj Rd Dewi Setiani telah mengunjungi lokasi terdampak, didampingi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang, beberapa Asisten Daerah, serta kepala-kepala dinas terkait. Selain itu, dukungan juga datang dari pihak manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 2 Labuan dan keluarga besar Komunitas Solidaritas dan Peduli Terhadap Korban Bencana dan Dampak Hujan (Kesti TTKKDH) Kabupaten Pandeglang.
Sementara itu, salah satu anggota DPRD Kabupaten Padeglang dapil 5 hingga berita ini diterbitkan belum memberikan komentarnya. (YNA)















