Breaking News

Home / Finance

Senin, 25 Agustus 2025 - 19:53 WIB

AZKO (ACES) Merambah ke Kota Lapis Dua dan Tiga, Saham Menuju Rp550

warta-kota.com, JAKARTA – PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk. (ACES), pengelola gerai AZKO, tengah memperluas jangkauan pasarnya ke kota-kota lapis dua dan tiga. Sebagai langkah ekspansi, AZKO baru saja membuka tiga gerai baru di Tasikmalaya, Sulawesi Tenggara, dan Tangerang.

Sejak awal tahun, AZKO telah menetapkan target pembangunan 25–30 gerai baru sepanjang tahun 2025. Direktur AZKO, Teresa Wibowo, menjelaskan bahwa ekspansi ini akan difokuskan ke luar Pulau Jawa, mengingat penetrasi pasar yang sudah cukup masif di Jawa.

“Sepanjang perjalanan bisnis ini, kami telah cukup fokus di Jawa dan sekitarnya. Namun, kami melihat pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat di Indonesia Timur, dan kami ingin turut serta dalam pertumbuhan tersebut,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Berdasarkan laman resmi AZKO, hingga saat ini, setidaknya 10 gerai baru telah beroperasi di tahun 2025. Selain tiga gerai di Tasikmalaya, Sulawesi Tenggara, dan Tangerang, AZKO juga telah hadir di Sorong, Singaraja, dan Pematang Siantar, Sumatera Utara.

: Kemungkinan Kembalinya Ace Hardware Sebagai Kompetitor ACES

Direktur AZKO, Gregory S. Widjaja, menyatakan bahwa AZKO berupaya menjangkau wilayah-wilayah baru yang berpotensial meningkatkan pendapatan. Selain membangun gerai baru, AZKO juga berinovasi dengan menciptakan gerai AZKO Experience.

Gerai AZKO Experience yang berlokasi di Living World Alam Sutera dan Kelapa Gading Timur ini mengadopsi teknologi digital untuk menciptakan interaksi yang lebih menarik antara pelanggan dan produk yang ditawarkan.

“Dengan strategi ini, kami yakin AZKO dapat semakin memperkuat posisinya sebagai brand inspirasi kebutuhan rumah dan gaya hidup dengan koleksi produk yang lengkap,” ungkap Gregory kepada Bisnis beberapa waktu lalu.

Selain fokus pada pembukaan gerai baru, Gregory juga menyebutkan AZKO tengah mengembangkan portofolio produk untuk memperkuat posisinya sebagai pusat kebutuhan rumah tangga. Sebagai bagian dari strategi ini, AZKO juga akan menutup beberapa gerai yang dinilai kurang produktif.

Analis Mirae Asset Sekuritas, Abyan Habib Yuntoharjo, menjelaskan dalam earning call dengan manajemen ACES bahwa penutupan gerai akan difokuskan pada gerai-gerai di wilayah Jakarta.

Terkait Same Store Sales Growth (SSSG), manajemen ACES memprediksi SSSG yang stagnan hingga sedikit negatif pada akhir 2025. Namun, Abyan berpendapat bahwa pertumbuhan penjualan masih mungkin terjadi, terutama didorong oleh pembukaan gerai baru di kota-kota lapis dua dan tiga.

Baca Juga  DMO batubara bakal diperketat, cermati rekomendasi ADRO, ITMG, PTBA dan UNTR

: AZKO (ACES) berharap Target Pertumbuhan Ekonomi RI Dapat Meningkatkan Daya Beli

Pada semester pertama 2025, ACES mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 3,24% YoY, mencapai Rp4,26 triliun, meningkat dari Rp4,13 triliun pada periode yang sama tahun 2024. Abyan menilai pertumbuhan ini terutama didorong oleh ekspansi pembukaan gerai baru, yang berkontribusi sekitar 6% terhadap pendapatan ACES.

Pertumbuhan penjualan hampir merata di semua segmen produk. Pada segmen produk perbaikan rumah, ACES membukukan penjualan Rp2,19 triliun pada semester I/2025, naik dari Rp2,14 triliun pada periode yang sama tahun 2024.

Segmen produk gaya hidup juga menunjukkan pertumbuhan, dengan penjualan mencapai Rp1,88 triliun, sementara segmen produk permainan mencapai Rp190,10 miliar pada periode Januari–Juni 2025.

Meskipun demikian, laba ACES pada semester I/2025 tercatat sebesar Rp292,86 miliar, turun 19,92% secara tahunan (YoY) dibandingkan laba pada periode yang sama tahun sebelumnya, yaitu Rp365,76 miliar.

Prospek Keuntungan Saham ACES

Analis BRI Danareksa Sekuritas, Christy Halim dan Sabela Nur Amalina, merekomendasikan hold untuk saham ACES. Hal ini didasarkan pada pelemahan kinerja perseroan sepanjang paruh pertama 2025.

Para analis menilai pelemahan kinerja ini disebabkan oleh daya beli masyarakat yang masih rendah. ACES mencatat penurunan SSSG sebesar 4,8% pada Juni 2025 dan penurunan 2,9% sepanjang Januari–Juni 2025.

Secara geografis, SSSG ACES juga mengalami koreksi, dengan koreksi terdalam di Jakarta (6,3%), luar Jawa (4,7%), dan Jawa di luar Jakarta (4,4%).

“Tanpa adanya perubahan signifikan pada kondisi makro, kami memperkirakan tren ini akan berlanjut dalam beberapa bulan ke depan,” tulis mereka dalam riset yang dipublikasikan Selasa (22/7/2025).

: Target Saham ACES di Tengah Daya Beli yang Lemah dan Persaingan yang Ketat

Proyeksi ini telah memperhitungkan dampak Boom Sale yang dilakukan ACES hingga akhir Juli lalu. Berdasarkan data historis, dampak Boom Sale terhadap pertumbuhan pendapatan cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir.

Para analis memprediksi perbaikan kinerja ACES baru akan terlihat pada kuartal IV/2025, yang didukung oleh faktor musiman menjelang akhir tahun. Sepanjang 2025, mereka memperkirakan pertumbuhan pendapatan sebesar 3,2% YoY, dengan proyeksi SSSG yang stagnan dan koreksi laba sebesar 17,4% YoY.

“Dengan prospek yang masih lemah saat ini, kami mempertahankan rekomendasi hold untuk saham ini dengan target harga yang tidak berubah di Rp520,” tulis mereka.

Baca Juga  WIKA Anak Usaha Digugat PKPU: Manajemen Beri Klarifikasi Lengkap

Sebaliknya, Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Abyan Habib, merekomendasikan buy untuk saham ACES, namun dengan target harga yang direvisi turun seiring dengan lemahnya kinerja ACES.

Pada semester pertama 2025, beban operasional ACES tumbuh lebih cepat daripada penjualannya, yang merupakan dampak dari ekspansi gerai. Akibatnya, laba operasional semester I/2025 turun 35,5% YoY menjadi Rp259 miliar.

“Tekanan biaya berasal dari sewa, gaji, distribusi, dan A&P, meskipun sebagian tertahan oleh pendapatan operasional lainnya,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan Selasa (19/8/2025).

Ace Hardware Indonesia Tbk. – TradingView

Abyan memprediksi earnings per share ACES pada 2025 akan menyusut 21,8% karena SSSG yang melemah dan margin kotor di level 45–46%. Namun, pertumbuhan pendapatan ACES akan tetap didukung oleh pembukaan 25–30 gerai baru.

Manajemen ACES juga telah merevisi target pendapatan tahun penuh 2025. Sebelumnya menargetkan pertumbuhan pendapatan di level mid single digit, kini merevisinya menjadi mid to low single digit seiring dengan pertumbuhan pendapatan sekitar 3,24%.

Rencana kembalinya Ace Hardware ke Indonesia melalui Grup MAP berpotensi menekan posisi ACES di pasar ritel Indonesia.

Abyan merekomendasikan trading buy untuk saham ACES dengan target harga Rp550 per lembar, mewakili potensi kenaikan 19,56% dari harga ACES saat ini, Rp460 per lembar.

“Kami menurunkan rekomendasi ACES setelah melihat hasil paruh pertama 2025 yang lemah dan prospek yang cenderung hati-hati. Selain itu, permintaan tetap lesu, sementara persaingan meningkat dari MDIY, ACE AS melalui Grup MAP, dan impor e-commerce,” tambahnya.

Potensi penurunan kinerja ACES mencakup SSSG yang lebih lemah dari ekspektasi, tekanan daya beli yang berkelanjutan, penutupan toko, dan membengkaknya biaya operasional dari rebranding AZKO.

“Tekanan kompetitif meningkat dari ekspansi agresif MDIY dan rencana kembalinya ACE AS melalui MAP, yang berpotensi mengganggu segmen premium perkotaan,” tutupnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Share :

Baca Juga

Finance

Gubernur BI Desak Bank Turunkan Suku Bunga, Pacu Pertumbuhan Kredit Nasional

Finance

Industri Indonesia: Mudah Dihancurkan, Sulit Dibangun, Kata Menperin

Finance

IHSG menguat tipis ke 8.678,3 di sesi pertama, top gainers LQ45: INCO, ADRO, MBMA

Finance

IHSG Melesat: Dampak Positif Kesepakatan Dagang RI-Uni Eropa Terhadap Pasar Saham

Finance

Saham MAPI: Analis Ungkap Peluang di Tengah Pemulihan Ekonomi

Finance

Tesla Batasi Gugatan: Hanya Pemegang Saham di Atas 3% yang Bisa Menuntut

Finance

LQ45 Terkoreksi, IHSG Naik: Rekomendasi Saham Big Caps Pilihan Analis

Finance

IHSG Terkoreksi: Analisis Sentimen Pasar Akhir Pekan Ini