
warta-kota.com Kejutan terjadi di final Arctic Open 2025! Pasangan ganda putra Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, yang digadang-gadang sebagai unggulan, harus mengakui keunggulan lawan.
Padahal, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, sang wakil Malaysia yang menduduki peringkat ke-2 dunia dan dilatih oleh pelatih asal Indonesia, Herry Iman Pierngadi (Herry IP), tak mampu menunjukkan performa terbaiknya di Vantaa, Finlandia.
Mereka tampak kesulitan menghadapi pasangan Inggris peringkat ke-15 dunia, Ben Lane/Sean Vendy, dan akhirnya harus menerima kekalahan dengan skor 18-21, 27-25, 17-21.
Menanggapi kekalahan tersebut, mantan pemain ganda putra Malaysia, Koo Kien Keat, memberikan semangat dan dorongan agar Aaron/Wooi Yik segera bangkit dan menemukan kembali semangat juang yang sempat membawa mereka meraih tiga gelar bergengsi di awal tahun, yaitu Kejuaraan Asia, Thailand Open, dan Singapore Open 2025.
“Aaron dan Wooi Yik perlu membangkitkan kembali rasa lapar akan kemenangan. Semangat itu begitu terlihat tiga bulan lalu, namun tampaknya sedikit meredup dalam permainan mereka,” ujar Koo seperti dikutip BolaSport.com dari News Straits Times.
“Mungkin, dengan menetapkan target baru, misalnya menduduki peringkat nomor 1 dunia, akan memotivasi mereka untuk tampil lebih baik di setiap turnamen.”
“Adalah hal yang wajar bagi pasangan top dunia mengalami masa sulit, tetapi mereka seharusnya mampu bangkit lebih cepat dari keterpurukan.”
Koo, yang juga pernah melatih Lane/Vendy selama sebulan di bulan Maret, menambahkan bahwa Tan Kian Meng, pelatih asal Malaysia yang terakhir kali melatih pasangan Inggris tersebut, kemungkinan besar telah berkontribusi dalam peningkatan performa mereka.
“Kita juga harus memberikan apresiasi kepada Kian Meng atas peningkatan yang signifikan pada Vendy/Lane saat ini,” imbuh Koo.
Tan Kian Meng sendiri merupakan pemain ganda campuran yang memutuskan pensiun pada bulan Maret setelah penampilan terakhirnya di All England 2025 bersama Lai Pei Jing.
Undian Denmark Open 2025 – Potensi Pertemuan Fajar/Fikri dengan Goh/Nur, Rian/Yeremia Langsung Menantang Anak Didik Herry IP
Awalnya, Tan Kian Meng berencana untuk fokus pada kegiatan penjualan dan memberikan ulasan produk di berbagai platform daring.
Tan mengaku sempat ragu untuk terjun ke dunia kepelatihan karena persaingan yang sangat ketat dan kondisi akademi bulu tangkis di Malaysia yang dinilai sudah cukup padat.
Namun, kesempatan tak terduga datang menghampirinya ketika ia menerima undangan untuk bergabung dengan Badminton England sebagai pelatih tamu.
Bagi peraih medali perunggu Commonwealth Games 2022 tersebut, tawaran tersebut menjadi peluang emas untuk memperluas wawasan dan memulai perjalanan baru setelah pensiun sebagai pemain profesional.
Saat ini, Tan Kian Meng sedang melatih pasangan ganda campuran, Callum Hemming dan Estelle Van Leeuwen.
Selain itu, Tan juga melatih Ben Lane dan Sean Vendy. Tan bukanlah satu-satunya orang Malaysia yang memberikan kontribusi keahliannya kepada Badminton England.
Sebelumnya, badan nasional tersebut juga pernah merekrut mantan pemain internasional seperti Koo Kien Keat dan Cheah Soon Kit sebagai pelatih tamu untuk membantu mengembangkan potensi para pemain mereka.
“Lane/Vendy berhasil memanfaatkan peluang mereka di Finlandia, tetapi Aaron/Wooi Yik harus segera bangkit dan menunjukkan performa terbaik di Denmark Open,” tegas Koo.
Kekalahan Aaron/Wooi Yik sekaligus memupuskan harapan Malaysia untuk meraih gelar ganda yang belum pernah terjadi sebelumnya di Arctic Open, setelah Pearly Tan/Thinaah Muralitharan sebelumnya berhasil merebut gelar ganda putri.
Kalahkan Polda Jateng, Tim Pegadaian Juarai Polytron Badminton Challenge 2025















