Breaking News

Home / Technology

Kamis, 15 Mei 2025 - 05:22 WIB

Apakah Era Keemasan Ponsel Android Segera Usai? Pertanda dan Analisisnya

warta-kota.com – Selama lebih dari satu dekade, sistem operasi Android telah mendominasi pasar smartphone global.

Data dari Counterpoint Research menunjukkan bahwa smartphone Android menguasai 74 persen pangsa pasar global pada kuartal keempat tahun 2024. Angka ini jauh melampaui iOS dari Apple yang hanya meraih 22 persen.

Namun, dominasi Android kini menghadapi tantangan serius.

Produsen smartphone Tiongkok terkemuka, Oppo, Vivo, dan Xiaomi, dilaporkan tengah mengembangkan sistem operasi mereka sendiri yang independen dari layanan Google.

Sebagaimana diketahui, smartphone Android umumnya terintegrasi dengan Google Mobile Services (GMS), yang menyediakan aplikasi dan layanan Google seperti YouTube, Penelusuran Google, Google Maps, dan Google Drive, serta memastikan kinerja optimal aplikasi-aplikasi tersebut.

Baca juga: HP Xiaomi, Oppo, dan Vivo, Bakal Tanpa Layanan Google?

Ketiadaan GMS akan berdampak signifikan pada pengalaman pengguna.

Xiaomi, perusahaan induk Redmi dan Poco, dikabarkan sedang mengembangkan HyperOS 3.

Sistem operasi ini diprediksi tidak akan mendukung layanan Google, mirip dengan HarmonyOS milik Huawei.

Baca Juga  Bocoran Samsung Galaxy S25 Edge: Rilis Minggu Depan, Harga Sentuh Rp 20 Juta?

Laporan dari XiaomiTime, situs yang secara konsisten melacak perkembangan HyperOS, menyebutkan bahwa Xiaomi berkolaborasi dengan Huawei dan beberapa vendor lain di bawah naungan BBK Group, termasuk Oppo, Vivo, dan OnePlus, seperti yang dirangkum KompasTekno dari Giz China pada Rabu (14/5/2025).

Artinya, smartphone dari Xiaomi, Oppo, Vivo, dan OnePlus di masa mendatang mungkin tidak akan lagi didukung oleh layanan Google, meniru jejak Huawei.

Baca juga: Huawei Bawa Sistem Operasi HarmonyOS ke PC, Tantang Windows dan MacOS

Kabar ini masih belum terkonfirmasi. Jika benar terjadi, smartphone Xiaomi, Oppo, dan Vivo tanpa layanan Google kemungkinan besar hanya akan dipasarkan di Tiongkok.

Hal ini disebabkan oleh pembatasan akses aplikasi Google di negara tersebut. Menjual smartphone tanpa layanan Google di pasar global akan menjadi tantangan besar bagi para vendor.

Akankah era Android berakhir?

Tantangan ini bukan hanya bagi vendor smartphone. Google pun akan merasakan dampaknya.

Baca Juga  Xiaomi Civi 5 Pro Resmi Meluncur di Cina: Spesifikasi dan Fitur Unggulannya

Xiaomi, Oppo, dan Vivo merupakan tiga merek smartphone Tiongkok terbesar di dunia, menurut laporan terbaru Canalys.

Berdasarkan laporan Canalys, Xiaomi menempati posisi ketiga sebagai merek smartphone terbesar dunia pada kuartal pertama 2025 dengan pangsa pasar 14 persen. Vivo dan Oppo berada di posisi keempat dan kelima dengan pangsa pasar masing-masing 8 persen.

Sementara itu, HarmonyOS buatan Huawei terus menunjukkan pertumbuhan pesat.

Baca juga: HP Android Makin Tipis di 2025, dari Tecno hingga Samsung

Data Counterpoint Research menunjukkan bahwa HarmonyOS mencapai pangsa pasar global 4 persen pada kuartal keempat 2024, menjadikannya sistem operasi terbesar ketiga di dunia setelah Android dan iOS.

Kemungkinan besar pangsa pasar HarmonyOS akan terus meningkat, mengingat Huawei semakin gencar memasarkan ponselnya secara global di luar Tiongkok.

Share :

Baca Juga

Technology

Yamaha Luncurkan Bebek Super Baru, Ancam Posisi Raja Jalanan Supra GTR dan MX King

Technology

Kisah Skype: Perjalanan dari eBay Hingga Akuisisi Microsoft

Technology

PADA Raih Pendapatan Berulang dari Proyek Internet Rakyat

Technology

Oppo A5 5G, A5 4G, dan A5x: Perbandingan Chipset dan Spesifikasi Lengkap

Technology

Kuasai Teknologi AI: Cara Belajar Lebih Cerdas dan Efektif

Technology

Perbedaan Motor Bagnaia dan Marquez: Bos Ducati Akhirnya Berbicara

Berita Utama

PAD Kabupaten Solok Naik Rp. 25 Miliar di 2025, Sekda Apresiasi Kinerja Bapenda

Technology

Infinix XBook B15: Review Lengkap Laptop 5 Jutaan, Layak Beli?