Breaking News

Home / Technology

Jumat, 16 Mei 2025 - 11:22 WIB

Ancaman Besar: Google Bakal Ditinggalkan Produsen Ponsel China?

warta-kota.com – , Jakarta – Kembalinya Donald Trump sebagai Presiden Amerika Serikat meningkatkan ketegangan perang dagang antara AS dan Tiongkok. Hal ini mendorong produsen ponsel Tiongkok terkemuka, seperti Xiaomi, Oppo, dan Vivo, untuk mempertimbangkan pengembangan sistem operasi Android independen, tanpa campur tangan Google.

Beredar kabar, seperti yang dikutip dari IT Community, bahwa peningkatan tarif impor barang-barang Tiongkok dan ancaman sanksi lebih lanjut terhadap perusahaan teknologi Tiongkok menjadi pemicu utama rumor ini.

Pada masa kepemimpinan pertamanya, Trump melarang kerja sama perusahaan AS dengan Huawei. Akibatnya, Huawei kehilangan akses ke layanan Google seperti Play Store, Gmail, dan Google Maps, memaksa mereka menciptakan sistem operasi sendiri, HarmonyOS.

Kini, muncul spekulasi bahwa produsen smartphone besar Tiongkok lainnya, termasuk Xiaomi, Oppo, Vivo, dan OnePlus, sedang mempersiapkan diri menghadapi potensi pembatasan serupa. Laporan dari Xiaomitime mengindikasikan pertimbangan serius terhadap pengembangan sistem operasi Android alternatif yang bebas dari ketergantungan pada layanan Google.

Baca Juga  iPhone Hilang? Aktifkan Fitur Mark as Lost & Lacak Lokasinya Sekarang!

Menurut Hardware Zone, Xiaomi berencana menggunakan HyperOS 3 sebagai landasan transisi. Namun, masih belum jelas apakah akan ada kolaborasi resmi antarprodusen, dan seberapa besar pengaruh Huawei sebagai pelopor sistem operasi non-Google.

Meskipun Huawei telah lebih maju dengan HarmonyOS NEXT—sistem operasi terbaru mereka yang sepenuhnya terpisah dari Android dan tidak mendukung aplikasi APK—belum ada konfirmasi apakah Xiaomi, Oppo, atau Vivo akan mengikuti langkah serupa. Meskipun demikian, teknologi seperti Ark Compiler dan Petal Maps dari Huawei berpotensi menjadi inspirasi.

Baca Juga  Bupati Solok Hadiri Mubes PKKS di Jakarta, Membangun Solok Juga Di Butuhkan Peran Perantau

Xiaomi, Oppo, dan Vivo saat ini masih menduduki peringkat lima besar produsen smartphone global. Kehilangan akses ke layanan Google akan menjadi kerugian besar di luar pasar Tiongkok, mengingat tingginya ketergantungan pengguna di Asia Tenggara, Eropa, dan India pada ekosistem Google.

Walaupun kabar ini masih berupa spekulasi, pengembangan OS alternatif mungkin merupakan strategi antisipatif terhadap potensi embargo teknologi dari AS. Akan tetapi, teknologi AI dan kerja sama dengan produsen chipset seperti Qualcomm tetap menjadi faktor kunci yang memperkuat ketergantungan mereka pada Google.

Pilihan Editor: Google Pixel 9a Rilis 19 Maret 2025, Intip Spesifikasinya

Share :

Baca Juga

Technology

Kejagung Sidik Chromebook: Apa Itu & Bedanya dengan Laptop Windows?

Technology

iPhone 12: Masih Worth It di 2023? Fitur, Spesifikasi & Harga Terbaru

Technology

Xpander Facelift 2025: Fitur Active Yaw Control, Keamanan Berkendara Terkini

Technology

Microsoft Akhiri Layanan Skype Setelah 23 Tahun: Pengumuman Resmi dan Dampaknya

Technology

Atasi HP Xiaomi Mati Total: Cara Mudah Restart Tanpa Tombol Power

Technology

Samsung dan Apple Boikot Qualcomm: Inilah Alasan Sebenarnya

Technology

Lima Fitur Apple Ekosistem untuk Home Office Tanpa Hambatan

Technology

Samsung Rilis One UI 7: Update Besar untuk HP Galaxy Seri Murah