Breaking News

Home / Urban Infrastructure

Sabtu, 29 November 2025 - 23:51 WIB

Aceh Lumpuh: Banjir dan Longsor Putuskan Akses 14 Jembatan, 12 Jalan Nasional

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Perwakilan Aceh melaporkan dampak signifikan dari banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Data terbaru menunjukkan bahwa sebanyak 14 jembatan dan 12 titik di jalan nasional di seluruh Aceh mengalami kerusakan parah, bahkan terputus.

“Hingga petang hari ini [Sabtu], kami mencatat 14 jembatan yang tidak dapat dilalui (dua berada di lintas Timur, 11 di lintas tengah, dan satu di lintas barat),” ungkap Kepala BPJN Aceh, Heri Yugiantoro, seperti yang dikutip dari Antara pada hari Minggu (30/11).

Lebih lanjut, Heri menjelaskan bahwa 12 titik jalan yang terputus tersebar di berbagai lokasi di lintas timur, tengah, dan barat Provinsi Aceh. Sebagai respons cepat, BPJN telah mengambil langkah-langkah darurat, termasuk pemasangan rambu-rambu peringatan, penempatan petugas di lapangan, serta penyediaan alat berat untuk penanganan sementara.

10 Titik Banjir Mulai Surut

Baca Juga  PTPP Garap Proyek Tol Surabaya-Gempol Senilai Rp 140 Miliar: Ekspansi Infrastruktur!

Heri juga menginformasikan bahwa pada Sabtu (29/11) sore, kondisi di 10 titik banjir yang melanda jalan nasional sudah menunjukkan tanda-tanda penurunan.

“Selanjutnya, kami fokus pada pembersihan dan pelancaran kembali sistem drainase, dengan tujuan mengalirkan air secepat mungkin ke saluran pembuangan. Kami juga sedang melakukan inventarisasi kerusakan jalan, termasuk identifikasi lubang-lubang baru yang muncul,” jelasnya.

Mengenai perkiraan kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan jembatan dan jalan nasional ini, Heri menyatakan bahwa pihaknya belum dapat memberikan angka pasti.

“Kami belum sampai pada tahap menghitung volume kerusakan dan biaya penanganannya. Proses ini perlu dilakukan dengan cermat agar perencanaan dan realisasi anggaran tidak mengalami deviasi yang signifikan,” ujarnya.

Jalur Darat Putus, Akses ke Gayo Lues Lumpuh

Sebelumnya, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menyampaikan bahwa sejumlah jalur darat, termasuk akses utama menuju Gayo Lues, masih mengalami kelumpuhan total hingga Sabtu (29/11) sore.

Baca Juga  Ekosida Pantura: Industri Picu Pesisir Utara Jawa Tenggelam Lebih Parah

“Hingga sore ini, jalur transportasi darat masih mengalami gangguan yang cukup signifikan. Kami terus berupaya agar secara bertahap, akses dapat dibuka kembali,” kata Suharyanto dalam sebuah konferensi pers.

Beliau menambahkan, ruas Jalan Nasional di perbatasan Sumatera Utara–Aceh Tamiang masih terputus di beberapa titik dan penanganannya sedang diusahakan oleh Kementerian PUPR.

Gangguan akses juga terjadi pada jalur penting Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Utara–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang akibat runtuhnya Jembatan Meureudu yang terletak di perbatasan Bireuen dan Pidie Jaya.

Akses nasional di Bireuen juga mengalami gangguan karena kerusakan pada Jembatan Samalanga.

“Oleh karena itu, untuk akses dari Bireuen, tersedia jalan alternatif melalui jalur Trienggadeng-Pidie Jaya dan Samalanga hingga mencapai Bireuen,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Urban Infrastructure

Rel Ketiga LRT Bermasalah: Penyebab Mati Total dan Evakuasi Ratusan Penumpang

Urban Infrastructure

Jasa Marga Terapkan Contraflow Puncak: Antisipasi Kemacetan Arus Mudik

Urban Infrastructure

Toba Pulp Lestari: Klarifikasi Tuduhan Penyebab Banjir Sumatera Utara

Urban Infrastructure

Adhi Karya Buka-bukaan: Fakta di Balik Polemik Tiang Monorel Jakarta

Urban Infrastructure

Sinarmas Masuk Bisnis Panas Bumi: Persaingan Geothermal Indonesia Memanas!

Urban Infrastructure

Jalur Ambles, 20 Perjalanan KA Srilelawangsa Dibatalkan!

Urban Infrastructure

Kabar Gembira: Tarif Tol Natal & Tahun Baru Berpotensi Diskon!

Urban Infrastructure

Inkindo: Evaluasi Total Bangunan Publik Tanpa Izin Mendesak Dilakukan