2.524 KPM Labuan Menerima Bansos Beras 20 Kg Juni – Juli 2025
Pandeglang, warta-kota.com
Pemerintah mulai menyalurkan bantuan sosial (bansos) beras 20 kg untuk periode Juni-Juli 2025. Bantuan ini diberikan sekaligus untuk dua bulan guna meringankan beban masyarakat terdampak ekonomi. Program ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pangan sekaligus memperkuat daya beli keluarga penerima manfaat (KPM).

Penyaluran dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia agar distribusi berjalan efisien dan tepat sasaran.
Di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, sejumlah 2.524 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdaftar untuk menerima bantuan beras 20 kg. Hal ini diungkapkan oleh Camat Labuan, Yayat Hidayat saat dikonfirmasi.
“Hari ini pelaksanaan penyaluran bantuan beras untuk masyarakat di Kecamatan Labuan yang terdiri dari 9 Desa, dengan total penerima bantuan sebanyak 2.524 KPM,” ucap Camat dikonfirmasi.
Rabu, (23/7/2025).
Ditambahkan, bantuan beras ini sangat bermanfaat khususnya bagi warga Labuan, dengan masing- masing KPM menerima bantuan beras sebanyak 20 Kg.
” Tentunya kami mewakili warga Kecamatan Labuan mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Pusat, Bapak Presiden, semoga bantuan ini bermanfaat dan bisa berkesinambungan,” tutup nya.
Berdasarkan data yang dihimpun media, sebanyak 9 desa di Kecamatan Labuan dengan total jumlah masing- masing desa yang penerima bantuan beras diantaranya Desa Teluk 506 KPM, Labuan 370, CIgondang 361, Kalanganyar 355, Rancateureup 226, Sukamaju 128, Banyumekar 150, Banyubiru 131, dan Caringin 297 KPM.
Sementara, TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) Adnan, selaku koordinator bansos beras di Kecamatan Labuan mengatakan bahwa penyaluran bantuan beras saat ini terbilang kondusif.
” Harapan saya selaku koordinator bansos beras penyaluran saat ini berjalan lancar dan aman, tentunya dengan mengutamakan kualitas berasnya yang layak dikonsumsi,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa penyaluran saat ini berdasarkan data DTSN peralihan dari data DTKS. Menurutnya, dipastikan data penerima bantuan saat ini sesuai dengan kriteria yang didata.
Data DTSN, atau Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, adalah basis data terpadu yang berisi informasi sosial dan ekonomi seluruh penduduk Indonesia. Data ini digunakan sebagai acuan utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial dan pemberdayaan masyarakat, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).
DTSN menggabungkan data dari berbagai sumber, seperti Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan data kependudukan lainnya. (Yona)















